Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?

Erick Tanjung | Muhammad Yasir | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 19:12 WIB
Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?
Ilustrasi penganiayaan [Antaranews/Ist]
  • Polisi jadwalkan klarifikasi terlapor kasus penganiayaan akibat kebisingan drum di Cengkareng.
  • Kasus penganiayaan pria di Cengkareng memasuki tahap pemanggilan terlapor oleh polisi.
  • Polisi usut kekerasan di Cengkareng yang dipicu teguran kebisingan suara drum.

Suara.com - Kasus penganiayaan terhadap seorang pria di Cengkareng, Jakarta Barat, yang sempat viral di media sosial, kini memasuki babak baru. Pihak kepolisian memastikan penanganan perkara terus berjalan dan akan segera memanggil terlapor untuk dimintai klarifikasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah menjadwalkan agenda klarifikasi terhadap terlapor pada Rabu (11/2/2026) besok.

“Proses penanganan perkara berlanjut di Polres Metro Jakarta Barat. Besok, penyidik mengagendakan undangan klarifikasi bagi pihak terlapor,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, Selasa (10/2/2026).

Kasus ini menarik perhatian publik setelah video kekerasan yang memperlihatkan seorang pria dipukuli hingga ditendang wajahnya beredar luas. Aksi brutal tersebut diduga dipicu oleh masalah sepele, yakni teguran terkait kebisingan suara drum.

Peristiwa bermula saat korban menegur tetangganya di Cengkareng yang kerap bermain drum dari siang hingga malam hari. Korban merasa aktivitas tersebut mengganggu ketenangan warga sekitar. Namun, teguran itu justru memicu cekcok mulut yang berujung pada kekerasan fisik.

Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @angelju_, korban tampak sudah dalam posisi terdesak saat dipukuli. Meski sejumlah warga berupaya melerai, pelaku tetap bertindak brutal, bahkan menendang wajah korban hingga tersungkur.

Berdasarkan laporan kepolisian, pelaku sebenarnya sempat berjanji akan memasang peredam suara. Namun, kebisingan kembali terjadi hingga memicu perselisihan pada hari kejadian. Situasi kian memanas hingga terjadi penganiayaan.

Tak hanya kekerasan fisik secara langsung, korban mengaku sempat ditabrak menggunakan mobil milik orang tua pelaku hingga terjatuh. Setelah itu, korban diduga dicekik atau dipiting sebelum akhirnya wajahnya ditendang oleh pelaku.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka-luka dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Laporan resmi telah teregistrasi dengan nomor LP/B/359/II/2026/SPKT Polres Metro Jakarta Barat tertanggal 7 Februari 2026, dengan sangkaan penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 262 KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbongkar Lewat Paket Ekspedisi, Ganja 2 Kg Siap Edar di Depok Digagalkan Polisi

Terbongkar Lewat Paket Ekspedisi, Ganja 2 Kg Siap Edar di Depok Digagalkan Polisi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:48 WIB

Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus

Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus

Liks | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:26 WIB

Kronologi Pria di Cengkareng Dianiaya Usai Tegur Tetangga Masalah Kebisingan Drum

Kronologi Pria di Cengkareng Dianiaya Usai Tegur Tetangga Masalah Kebisingan Drum

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 14:31 WIB

Terkini

Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR

Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:01 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:55 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar

Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:31 WIB

Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos

Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait

Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:26 WIB

SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten

SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:18 WIB

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:08 WIB