- Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia menyoroti tantangan koordinasi komunikasi antara Menkeu dan Menteri Kelautan dan Perikanan.
- Perbedaan pandang yang disampaikan secara terbuka menimbulkan kesan ketidakharmonisan dan kurang kompak dalam Kabinet Merah Putih.
- Ketidaksinkronan komunikasi antarmenteri berpotensi mempengaruhi penilaian publik terhadap stabilitas dan kinerja pemerintah secara keseluruhan.
Meski mengaku anggaran terkait belum dikucurkan, Purbaya menyinggung ihwal pembuatan rencana pembangunan kapal.
"Tapi kan begini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu ada anggarannya. Kan sudah ada rencana di depannya, kan. Ya, saya minta itu, itu saja belum kelihatan gerakan di depannya. Itu saja," tutur Purbaya.
Purbaya menyampaikan nantinya ia akan berkoordinasi langsung dengan Trenggono perihal polemik tersebut.
"Oh gampang nanti saya ngomong sama pak menteri sahabat saya juga," ujarnya.
Sebelumnya, Trenggono menegaskan bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).
Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, menanggapi komentar Menkeu Purbaya terkait sumber pendanaan proyek tersebut.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana pembangunan kapal itu bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tulis Trenggono, dikutip di Jakarta, Selasa (10/2).
Unggahan Trenggono itu merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Purbaya dalam diskusi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta.