- Pengembangan wisata budaya Setu Babakan menyebabkan akses jalan utama menjadi kubangan lumpur sejak Oktober 2025.
- Kerusakan jalan diperparah kendaraan berat proyek, menyebabkan beberapa pengunjung dan bahkan truk proyek mengalami kecelakaan.
- Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli akibat kondisi jalan yang sulit dilalui, berharap perbaikan segera dilakukan.
"Yang naik motor ada beberapa yang jatuh, mobil nyoba lewat juga pada selip. Truk dia (dari proyek) sendiri aja pernah, patah as roda pas lewat sini," ungkap Ida.
Upaya perbaikan sementara sebenarnya pernah dilakukan, seperti penimbunan batu dan perataan menggunakan alat berat. Namun, solusi tersebut tak bertahan lama karena hujan terus turun dan kendaraan proyek tetap melintas.
"Ini lubangnya udah berapa kali ditimbun batu, terus diratain pakai mesin yang gede itu. Tapi karena hujan, terus masih dilewatin truk-truk gede juga, akhirnya ya rusak lagi," keluhnya.
Dampak ke Pedagang: Sepi Pembeli
Kondisi jalan yang memburuk berdampak langsung pada roda ekonomi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.
"Ya jadi sepi aja, kan jadi pada jarang lewat sini. Ya tapi kalau saya sih masih agak mendingan. Itu lurusan dari jalan yang rusak itu, di situ juga masih ada pedagang. Tiap hari tetep buka, tapi ya nggak ada yang beli," katanya.
Warga dan pedagang mengaku tak menuntut hal muluk-muluk. Mereka hanya berharap ada tindakan nyata untuk memperbaiki atau setidaknya meratakan jalan agar bisa dilalui dengan aman.
"Ya kalau bisa, sebulan ini dibenerin lah jalannya. Diratain dulu aja deh, biar nggak becek kayak gitu. Kami mah nggak muluk-muluk nuntut hak atau apa, nggak. Cukup diratain dulu aja jalannya, biar nggak kayak gitu. Kalau lagi hujan, bisa tambah parah soalnya. Dalam loh itu lubangnya," tutup Ida.