- Masjid Istiqlal dipadati jemaah pada hari kedua Ramadan untuk berbuka puasa bersama, meskipun cuaca Jakarta mendung.
- Relawan biru memastikan kelancaran distribusi makanan, membantu jemaah, dan menjaga kebersihan area masjid secara sigap.
- Jemaah, seperti Ami dan Junaidatul, merasa terbantu dan merasakan suasana kebersamaan yang berbeda saat berbuka di Istiqlal.
Ia juga menilai penyelenggaraan buka puasa di Istiqlal berjalan baik.
“Bagus, biar berkah. Orangnya ramah-ramah, petugas ramah-ramah, sigap. Ada nasinya, boks buat makan juga ada terus, gak pernah kekurangan. Enak,” ujarnya.
Sementara itu, Junaidatul Munawaroh, jemaah asal Semarang yang tengah menginap di Bekasi, mengaku baru pertama kali mencoba berbuka puasa di Istiqlal.
“Karena iseng doang sih Kak, pengen aja. He-eh, first time. Pengen nyoba hal baru aja,” katanya, dikutip pada Jumat (20/2/2026).
Ia bahkan tidak mengetahui sebelumnya bahwa tersedia agenda buka puasa gratis di masjid tersebut.
“Malah nggak tau. Nggak tau ada buka puasa di sini. Baru datang terus lihat oh ada, ya udah duduk gitu. Baru tahu, baru tahu banget,” ujarnya.
Meski datang sendirian, ia merasa terbantu dengan adanya fasilitas berbuka yang disediakan.
“Terbantu banget. Karena udah disediakan kan, nggak perlu beli lagi, gratis lagi,” katanya
Selain berbuka, Junaidatul juga berencana menunaikan shalat tarawih di Istiqlal sebelum kembali ke daerah asalnya keesokan hari.
“Tarawih, sekalian Tarawih,” pungkasnya.
Buka puasa hari kedua ini kembali menunjukkan bahwa Istiqlal bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan lintas daerah dan latar belakang, tempat masyarakat berbagi hidangan, pengalaman, dan harapan dalam suasana yang khidmat di bulan suci Ramadhan.
Reporter: Dinda Pramesti K