7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 17:41 WIB
7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri
Ilustrasi Fakta Tragis NS di Sukabumi. [Shutterstock]
  • Remaja 12 tahun berinisial NS asal Sukabumi tewas akibat luka bakar parah pada masa libur Ramadhan.
  • Hasil autopsi menemukan luka bakar dan trauma tumpul yang diduga akibat penganiayaan oleh ibu tiri korban.
  • Polres Sukabumi menaikkan status kasus menjadi penyidikan dan segera menetapkan ibu tiri korban sebagai tersangka utama.

Suara.com - Kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur kembali menyayat hati publik dan viral di berbagai platform media sosial. Seorang remaja laki-laki berinisial NS (12) asal Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia secara tragis akibat luka bakar yang tersebar di tubuhnya.

Dalam rekaman video yang beredar luas, korban tampak tak berdaya saat mendapatkan penanganan medis intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jampang Kulon. Sayangnya, nyawa NS tak tertolong setelah sempat menjalani perawatan akibat luka yang diduga kuat berasal dari siraman air panas oleh ibu tirinya sendiri.

Kematian tragis ini memicu kecurigaan mendalam dari ayah kandung korban, Anwar Satibi, yang menuntut pemeriksaan medis menyeluruh untuk memastikan kebenaran di balik tragedi ini.

“Maunya diautopsi itu kemauan saya sebagai ayahnya,” ujar Anwar Satibi, Senin (23/2/2026).

Berikut rangkuman 7 fakta mengejutkan terkait dugaan penganiayaan NS:

1. Korban Pulang dari Pesantren untuk Libur Ramadhan

NS sehari-hari menimba ilmu dan tinggal di pondok pesantren. Saat peristiwa tragis terjadi, ia tengah menikmati masa libur menjelang bulan suci Ramadhan.

2. Ayah Dikelabui Alasan "Sakit Panas"

Peristiwa ini terungkap saat ayah korban sedang bekerja di Kota Sukabumi. Ia dihubungi oleh ibu tiri NS yang mengatakan bahwa anaknya sakit demam dan mengigau. Namun saat tiba di rumah, Anwar terkejut mendapati tubuh anaknya melepuh. Sang ibu tiri berdalih bahwa kondisi itu akibat sakit panas biasa.

3. Pengakuan Korban Sebelum Meninggal Dunia

Kecurigaan terbukti dari pengakuan NS sendiri. Saat dirawat di RS Jampang Kulon, korban mengungkapkan kepada seorang kerabat dan pembina pesantren, Isep Dadang Sukmana, bahwa luka bakarnya bukan akibat demam panas, melainkan karena tindakan ibu tirinya yang memaksanya menenggak air panas.

4. Hasil Autopsi: Luka Bakar Derajat 2A dan Trauma Tumpul

Autopsi yang dipimpin Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menemukan luka bakar derajat 2A di lengan, kaki, punggung, dan wajah. Selain itu, terdapat luka lecet, lebam merah keunguan, serta pembengkakan pada organ dalam (paru-paru dan jantung) yang masih diuji di laboratorium Toksikologi Forensik.

5. Kasus Naik Sidik, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Polres Sukabumi menaikkan status kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan. Setelah memeriksa 16 saksi, penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup. Ibu tiri NS, TR, akan segera ditetapkan sebagai tersangka utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lisnawati Cari Keadilan untuk Nizam: Dulu Disiksa Suami, Kini Anak Diduga Tewas di Tangan Ibu Tiri

Lisnawati Cari Keadilan untuk Nizam: Dulu Disiksa Suami, Kini Anak Diduga Tewas di Tangan Ibu Tiri

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 17:18 WIB

Hasil Awal Autopsi Jenazah Anak Dianiaya Ibu Tiri: Organ Bengkak dan Retakan di Tulang Kepala

Hasil Awal Autopsi Jenazah Anak Dianiaya Ibu Tiri: Organ Bengkak dan Retakan di Tulang Kepala

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 15:54 WIB

Hingga Meninggal, Nizam Korban Penganiayaan Ibu Tiri Tak Tahu Ibu Kandungnya Masih Hidup

Hingga Meninggal, Nizam Korban Penganiayaan Ibu Tiri Tak Tahu Ibu Kandungnya Masih Hidup

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 15:42 WIB

Terkini

Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman

Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:50 WIB

Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?

Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:49 WIB

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:45 WIB

KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan

KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:41 WIB

Skandal 'Foto Palsu' di Laporan JAKI Terbongkar, Dishub Jaksel Janji Evaluasi Integritas Jajaran

Skandal 'Foto Palsu' di Laporan JAKI Terbongkar, Dishub Jaksel Janji Evaluasi Integritas Jajaran

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:41 WIB

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:40 WIB

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:28 WIB

Jakarta Lancar Berkat ASN WFH, Tapi Kenapa Slipi-Semanggi Tetap Padat? Ini Penyebabnya Kata Polisi!

Jakarta Lancar Berkat ASN WFH, Tapi Kenapa Slipi-Semanggi Tetap Padat? Ini Penyebabnya Kata Polisi!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Riset: Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan dan Ketahanan Iklim

Riset: Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan dan Ketahanan Iklim

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB