Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI

Vania Rossa

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:36 WIB
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
Alumni penerima LPDP, Dwi Sasetyaningtyas dan suami. (Instagram/sasetyaningtyas)
baca 10 detik
  • Suami Dwi Sasetyaningtyas dihukum berat karena melanggar komitmen LPDP, wajib mengembalikan dana dan di-blacklist dari institusi pemerintah.
  • Mahfud MD menganggap hukuman tersebut pantas, namun ia mendesak pemerintah mengatasi akar masalah ketidakpuasan publik.
  • Mahfud menyoroti ketakutan publik melaporkan kesewenang-wenangan oknum aparat karena ancaman terhadap keselamatan dan usaha mereka.

Suara.com - Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas terhadap keluarga Dwi Sasetyaningtyas (Dwi Tyas), ibu muda yang viral lantaran membanggakan status Warga Negara Asing (WNA) anaknya.

Suami Dwi Tyas yang berstatus sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi dijatuhi sanksi berat karena dinilai melanggar komitmen pengabdian kepada negara.

Pemerintah memutuskan untuk mem-blacklist sang suami dari seluruh urusan pekerjaan dengan institusi pemerintahan. Tak hanya itu, ia juga diwajibkan mengembalikan seluruh dana pendidikan LPDP yang telah dikeluarkan negara, lengkap beserta bunganya.

Menanggapi sanksi tegas tersebut, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menilai hukuman itu sudah sepatutnya diberikan. Namun, ia kembali memberikan peringatan keras bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap akar masalah yang membuat seorang WNI sampai hati melecehkan negaranya sendiri.

Menurut Mahfud, suara Dwi Tyas sejatinya merupakan representasi dari jeritan publik yang selama ini dibungkam oleh rasa takut.

“Pemerintah harus mengubah dong karena ini bukan hanya Dwi Tyas, ini kan hanya orang mewakili suara publik yang sebenarnya sudah terasa, terutama di masyarakat-masyarakat kecil. Ini banyak sekali terjadi ya,” ungkap Mahfud MD dalam kanal YouTube Mahfud MD Official, pada Rabu (25/2/2026).

Mahfud MD kemudian mengungkap sejumlah realitas pahit yang terjadi di lapangan. Ia mengaku menerima banyak aduan dari masyarakat yang menjadi korban kesewenang-wenangan oknum aparat, namun mereka terlalu takut untuk bersuara ke publik.

Ia mencontohkan dua kasus nyata. Pertama, kasus rakyat kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditindak aparat hanya karena berjualan sayur di halaman rumahnya sendiri.

“Harusnya kan dibina saja kan,” ujarnya.

baca juga

Kasus kedua yang lebih miris menimpa seorang pengusaha hotel di Jawa Timur. Mahfud menceritakan bagaimana pengusaha tersebut didatangi oknum aparat dan diperas dengan kedok “dana keamanan”.

“Misalnya hotel ya di Jawa Timur itu didatangi oleh aparat, dimintai kontribusi dana keamanan besarnya sampai 18 juta setahun, seperti asuransi tapi tidak ada kuitansinya. Untuk pengamanan hotel kalau ada bom, kalau ada apa lah. Kalau tidak mau (bayar) lalu diteror, ‘kamu kalau ada bom di sini kamu yang tanggung jawab, kami tidak tanggung jawab lagi,’ lalu dengan ancaman macam-macam,” ujarnya.

Oknum tersebut, lanjut Mahfud, terus memberikan teror secara tidak langsung yang berujung pada ancaman penutupan usaha jika pengusaha hotel tidak menyetor uang yang diminta.

Ironisnya, saat Mahfud menawarkan diri untuk membongkar kasus-kasus tersebut ke ranah publik, para pelapor menolak keras karena takut nyawa dan usahanya terancam.

“Kasus yang terjadi dilaporkan ke saya, di meja segini orang laporan, tapi minta namanya tidak disebut karena semakin disebut, wah dia bisa dihabisi dengan segala cara,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mahfud mendesak agar pemerintah segera melakukan perbaikan sistemik dan membersihkan oknum-oknum yang menyengsarakan rakyat. Menurutnya, nasionalisme tidak bisa tumbuh hanya dari paksaan.

“Mari kita perbaiki, kita cintailah negara ini dengan sepenuh hati. Dan mencintai tidak cukup hanya rakyat yang diminta mencintai. Kalau pemerintah, artinya memelihara kecintaan dan memelihara nasionalisme dengan berlaku sesuai konstitusi, menghargai hak-hak rakyat, serta menghargai hak asasi rakyat,” pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tasya Kamila Dihujat Usai Pamer Laporan Pengabdian, Siapa Saja Artis Penerima LPDP?

Tasya Kamila Dihujat Usai Pamer Laporan Pengabdian, Siapa Saja Artis Penerima LPDP?

Entertainment | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:31 WIB

5 Beasiswa Selain LPDP untuk S-2 di Luar Negeri, Apa Saja Opsinya?

5 Beasiswa Selain LPDP untuk S-2 di Luar Negeri, Apa Saja Opsinya?

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:20 WIB

Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa

Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:02 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×