- Insiden fatal di Tual mendorong analis ISSES menyarankan reposisi peran Brimob dari pengamanan rutin sipil.
- Kritik publik muncul karena kasus kekerasan personel Brimob menandakan kegagalan kontrol penggunaan kekuatan di lapangan.
- Polri mengakui kelemahan pengawasan dan berjanji melakukan evaluasi mendalam guna memulihkan kepercayaan masyarakat.
Meski menerima kritik sebagai bahan perbaikan, Irjen Johnny memberikan catatan mengenai urgensi kehadiran Brimob di wilayah tertentu. Menurutnya, karakteristik wilayah di Indonesia Timur masih membutuhkan dukungan personel Brimob untuk memperkuat jajaran Polda dan Polres setempat.
"Pelibatan anggota Brimob pada satuan kewilayahan, khususnya di wilayah timur di Indonesia, masih sangat membantu Polda maupun Polres setempat," pungkasnya. (Antara)