Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara

Vania Rossa | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 17:46 WIB
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
Produksi peci batik di Jogokariyan. (Suara.com/Hiskia)
  • Jardiyanto (51) menciptakan peci batik ikonik Jogokariyan berawal dari pelatihan kreatif LPMK Mantrijeron tahun 2015.
  • Peci tersebut menjadi identitas jamaah setelah mendapat tantangan dari Ustaz Muhammad Jazir untuk dijadikan oleh-oleh khas.
  • Produksi peci batik ini meningkat drastis saat Ramadan, menciptakan lapangan kerja lokal dan berhasil menembus pasar internasional.

Suara.com - Jogokariyan memiliki berbagai kisah menarik di balik keriuhan ibadah dan pasar sore setiap Bulan Suci Ramadan. Termasuk cerita kreatif dari tangan Jardiyanto (51), perajin yang berhasil mengubah kain batik menjadi penutup kepala yang kini menjadi identitas bagi banyak jamaah.

Kisah peci ini bermula dari sebuah ruang pelatihan kreatif yang diadakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mantrijeron pada 2015 silam. Jardiyanto mengenang momen saat dirinya menjadi satu-satunya peserta laki-laki di antara puluhan peserta perempuan yang fokus membuat kerajinan seperti tas dan dompet.

Didorong rasa jenuh melihat penutup kepala di masjid yang hanya didominasi warna hitam dan putih, ia mencoba memanfaatkan kain perca batik untuk menciptakan identitas baru.

"Akhirnya ketika ke masjid kan 'oh peci kok cuma hitam putih ya? Coba saya bikin pakai batik.' Dulu songkok batik masih belum bentuk seperti ini. Akhirnya setelah berkembang saya pakai banyak yang pesan," kata Jardiyanto saat ditemui, Kamis (26/2/2026).

Produksi peci batik di Jogokariyan. (Suara.com/Hiskia)
Produksi peci batik di Jogokariyan. (Suara.com/Hiskia)

Eksistensi peci batik ini kemudian mendapatkan momentum besar berkat tantangan dari Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir ASP. Sang ustaz meminta Jardiyanto meriset peci khas untuk kemudian diproduksi dan dijadikan oleh-oleh ikonik dari wilayah Jogokariyan.

"Terus di-challenge sama Ustaz Jazir almarhum. Nah, 'Mas bisa nggak buatin peci yang khas Jogokariyan bisa untuk oleh-oleh?' kayak gitu. Akhirnya kita buatin, coba riset kita buatin. Nah jadilah seperti ini," ungkapnya.

Sejak saat itu, peci batik hasil karyanya bertransformasi menjadi identitas visual yang melekat erat pada jamaah Masjid Jogokariyan.

Nuansa Ramadan dan Inovasi Motif

Kini, setiap kali memasuki momentum Ramadan dan menjelang Lebaran, geliat produksi di bengkel kerja Jardiyanto meningkat drastis. Tak mau berhenti berinovasi, ia konsisten merilis desain terbaru sebelum puasa tiba agar para kolektor peci memiliki pilihan yang lebih segar.

"Di momentum Lebaran yang tahun ini kita ada launching delapan motif baru. Sebelum puasa kemarin ya kita launching. Itu untuk refresh motif ya," ungkapnya.

Strategi penyegaran motif ini terbukti ampuh mendongkrak penjualan. Salah satu desain terbaru yang mengusung gaya modern, yakni motif mozaik. Motif yang tampil elegan itu menjadi primadona yang paling diburu oleh masyarakat hingga mendominasi total pesanan selama musim libur panjang.

"Satu ini ada yang motif mozaik, itu kencang banget penjualannya. Jadi dari yang terjual itu bisa sampai 60 persen itu menyukai motif itu," tandasnya.

Kenaikan permintaan di bulan suci ini membawa angin segar bagi sisi finansial usaha. Jardiyanto menyebutkan bahwa pada hari biasa penjualan cenderung melambat, namun mulai merangkak naik saat momen Ramadan.

"Jadi untuk penjualan bisa empat kali lipat dibanding hari-hari biasa ya," imbuhnya.

Meski penjualan meningkat dibanding hari biasa, Jardiyanto tidak menampik adanya dampak dari lesunya ekonomi global yang memengaruhi daya beli masyarakat secara umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Viral Transisi Imam Tarawih di TikTok: Syiar atau Riya?

Tren Viral Transisi Imam Tarawih di TikTok: Syiar atau Riya?

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:16 WIB

Jadwal Itikaf di Masjid Salman ITB: Cek Cara Daftar, Biaya dan Fasilitasnya!

Jadwal Itikaf di Masjid Salman ITB: Cek Cara Daftar, Biaya dan Fasilitasnya!

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:35 WIB

Surat Cerai di Meja Sahur

Surat Cerai di Meja Sahur

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel

Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:46 WIB

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:04 WIB

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:26 WIB

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:09 WIB

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB