Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:24 WIB
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
Ilustrasi rapat paripurna DPR RI. [ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto/sgd/YU
  • Yahya Zaini menegaskan anggaran MBG hasil kesepakatan DPR dan Pemerintah yang disahkan menjadi UU APBN.
  • Partai Golkar secara institusional tidak terlibat pengelolaan operasional MBG, penanganan diserahkan ke BGN dan yayasan.
  • PDI Perjuangan mengklarifikasi bahwa anggaran MBG sebesar Rp223,5 triliun berasal dari porsi anggaran pendidikan nasional.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Yahya Zaini, angkat bicara menanggapi polemik anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan disoroti oleh PDI Perjuangan.

Yahya menegaskan, bahwa anggaran program tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara DPR dan Pemerintah yang telah disahkan secara konstitusional.

Ia menjelaskan, bahwa seluruh fraksi di DPR, termasuk Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP), telah menyetujui alokasi anggaran MBG dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) hingga disahkan dalam Sidang Paripurna sebagai UU APBN.

"Terkait dengan Anggaran MBG sudah menjadi kesepakatan antara DPR dan Pemerintah. Semua Fraksi di DPR sepakat dengan anggaran MBG yang telah disepakati oleh Banggar dan disahkan dalam Paripurna DPR sehingga menjadi UU APBN. Termasuk F-PDIP, tidak ada yang menolak waktu pembahasan," ujar Yahya kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Menanggapi isu keterlibatan partai dalam teknis program, Yahya mengklarifikasi bahwa secara kelembagaan, Partai Golkar tidak terlibat dalam pengelolaan operasional MBG.

Menurutnya, pengelolaan program tersebut sepenuhnya merupakan wilayah kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan badan hukum yayasan dan masyarakat luas.

"Golkar secara institusi tidak terlibat dalam pengelolaan MBG karena bukan ranah partai politik. Pola kerja sama dengan yayasan ini merupakan pola yang tepat sehingga bisa mempercepat pelaksanaan MBG," jelasnya.

Yahya memaparkan capaian signifikan dari model kerja sama tersebut. Dalam kurun waktu satu tahun, tercatat telah berdiri lebih dari 22.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 60 juta penerima manfaat.

Menurutnya, prestasi ini sulit tercapai jika hanya dikerjakan sendiri oleh BGN tanpa melibatkan partisipasi masyarakat.

Lebih lanjut, Yahya menekankan bahwa program serupa MBG bukanlah hal baru dan telah sukses diterapkan di banyak negara maju untuk mencetak generasi berkualitas.

Ia mencontohkan Jepang yang telah menjalankan program ini selama 137 tahun, Brazil (71 tahun), Korea Selatan (70 tahun), hingga India (31 tahun).

"Golkar sangat mendukung kesuksesan Program MBG karena tujuannya sangat mulia untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan cemerlang sehingga menjadi sumber daya manusia yang berkualitas," tambahnya.

Sebagai partai pendukung pemerintah, Golkar berkomitmen untuk terus mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.

Yahya mengakui bahwa jika dalam pelaksanaannya masih ditemukan kekurangan, hal tersebut harus dipandang sebagai tantangan untuk perbaikan berkelanjutan.

"Sebagai partai pendukung Presiden Prabowo, Golkar sangat mendukung Program MBG. Kalau dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan dan kelemahan, itu merupakan tantangan yang harus diperbaiki dan dibenahi terus-menerus," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG

Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:27 WIB

PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?

PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:01 WIB

5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab

5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab

Health | Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:58 WIB

Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial

Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:43 WIB

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Video | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:00 WIB

MBG TV Punya Siapa? Ramai Disorot, Bos BGN Mengaku Tak Tahu

MBG TV Punya Siapa? Ramai Disorot, Bos BGN Mengaku Tak Tahu

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:31 WIB

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:03 WIB

Terkini

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:12 WIB

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:58 WIB

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:46 WIB

Wajah Serius Menhan AS Saat Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerjasama, Apa Isinya?

Wajah Serius Menhan AS Saat Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerjasama, Apa Isinya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:38 WIB

Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah

Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:26 WIB

Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS

Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:15 WIB

Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya

Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:12 WIB

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB