Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB
Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya
Ilustrasi 33 Orang Tewas dalam Aksi Kekerasan di Pakistan Selama Juli [Antara]

Pakistan pun menduga Kabul telah melindungi militan TTP. Atas tudingan ini, hubungan kedua negara menegang.  Bentrokan bersenjata mulai terjadi di beberapa titik perlintasan utama seperti Chaman-Spin Boldak dan Torkham.

Situasi Makin Memburuk, Pakistan dan Afghanistan Saling Serang

Alih-alih menemukan titik terang, situasi makin memburuk pada tahun 2022. Saat itu, Pakistan melakukan serangan udara ke provinsi Khost dan Kunar. Di mana, negara muslim ini mengklaim menargetkan lokasi yang diduga menjadi basis TTP.

Sebagai penguasa, Taliban pun mengecam aksi brutal Pakistan dan menyebut sebagai pelanggaran kedaulatan. Gelombang protes pun muncul di beberapa wilayah kota Afghanistan.

Perbatasan antar kedua negara beberapa kali buka tutup, sehingga mengganggu arus perdagangan dan membuat warga terjebak. Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran di mana-mana. Upaya diplomasi melalui jalur intelijen dan militer pun tidak dapat menghasilkan solusi tetap.

Terjadi Bentrokan Mematikan yang Menewarkan Warga Sipil

Setahun berselang tepatnya pada 2023, bentrokan terbuka makin sering terjadi di wilayah Chaman-Spin Boldak. Laporan terkait tembakan artileri dan korban jiwa, baik itu warga Afghanistan atau personel militer Pakistan, makin hari makin meningkat.

Lagi-lagi, Pakistan menuding Taliban telah memberi perlindungan terhadap militan TTP. Topik ini memuncak terutama usai terjadinya serangkaian serangan di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. Sebaliknya, pihak Taliban menuding Pakistan memilih pendekatan militer dibandingkan melakukan dialog.

Jalur perdagangan lintas batas berulang kali ditutup. Islamabad pun turut memperketat kebijakan visa serta melakukan deportasi bagi para pengungsi Afghanistan ilegal. Tindakan ini lantas memicu krisis kemanusiaan baru.

Terjadinya Krisis Kemanusiaan

Konflik makin meluas dan tidak menemukan titik terang. Krisis Kemanusiaan pun terjadi pada 2004. Pakistan terus memperkuat pasukan militernya yang ditugaskan di wilayah perbatasan dan menambah beberapa pos pemeriksaan. Afghanistan merespons dengan melakukan pengerahan pasukan Taliban dan kendaraan lapis baja.

Insiden saling tembak menggunakan artileri lintas batas serta pemakaian drone menjadi polemik yang kerap terjadi. Ribuan warga sipil di wilayah perbatasan terpaksa harus mengungsi akibat ancaman dan kekerasan yang mereka terima.

Pakistan pun mencurigai serangan mematikan di wilayahnya, termasuk di Bannu, merupakan rancangan dari wilayah Afghanistan. Taliban dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Hubungan diplomatik antara kedua negara ini kembali membeku. Baik Pakistan maupun Afghanistan, sama-sama saling memanggil duta besar.

Risiko Eskalasi Makin Besar

Memasuki tahun 2025, kebuntuan dan risiko eskalasi lebih besar. Tak hanya itu, situasi di perlintasan Chaman dan Torkham masih bersitegang. Baku tembak sporadis pun makin terang-terangan.

Sebelum akhirnya deklarasi perang, Pakistan terus mempertahankan kebijakan keamanan ketat, termasuk mempercepat deportasi pengungsi dari Afghanistan. Meski kebijakannya telagcmenuai kritik internasional, namun negeri itu seolah tak memperdulikannya.

Hingga detik ini, upaya mediasi oleh pihak regional seperti China dan Iran belum menemukan kejelasan. Tanpa adanya mekanisme komunikasi yang stabil, kedua negara Islam ini tetap dalam kondisi siaga tinggi. Bahkan, risiko eskalasi pun bisa meluas yang berdampak pada stabilitas Asia Selatan.

Itu tadi jawaban atas pertanyaan kenapa Pakistan deklarasikan perang ke Afghanistan. Kini, hubungan kedua negara muslim itu makin memanas apalagi setelah Pakistan mendeklarasikan perang tehadap negara yang dipimpin Taliban.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Bahas Investasi hingga Kerja Sama Pertahanan

Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Bahas Investasi hingga Kerja Sama Pertahanan

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:15 WIB

Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis

Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB