Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB
Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya
Ilustrasi 33 Orang Tewas dalam Aksi Kekerasan di Pakistan Selama Juli [Antara]

Suara.com - Hubungan Pakistan dan Afganistan makin memanas. Dua negara muslim tersebut saat ini terlibat saling serang. Pakistan dilaporkan telah membombardir kota-kota Afghanistan, Kabul dan Kandahar pada Jumat (27/2/2026) pagi. Beberapa waktu sebelumnya, pasukan Afghanistan lebih dulu menyerang tentara perbatasan Pakistan.

Kondisi ini membuat Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif pada Jumat 27 Februari 2026 mendeklarasikan "perang terbuka" terhadap Afghanistan. Deklarasi itu ia paparkan melalui cuitan di X (Twitter).

"Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda," Kata Asif di media sosial X, seperti dikutip AFP, Jumat (27/2/2026).

Menurut klaim militer Pakistan, serangan di sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2) dini hari, menewaskan 133 pejuang Taliban dan melukai lebih dari 200 orang, 27 lokasi hancur, dan sembilan ditangkap.

Menteri Informasi Attaullah Tarar pun mengindikasikan bahwa serangan Pakistan lebih menargetkan fasilitas pertahanan di Kabul, Kandahar, dan Paktika.

Sedangkan stasiun televisi pemerintah Pakistan Television Corporation merilis kerusakan terjadi pada markas brigade, gudang amunisi, dan pusat logistik.

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan

Deklarasi perang yang dilayangkan Pakistan terhadap pemerintah Afghanistan menggegerkan dunia. Tak sedikit yang mempertanyakan alasan Pakistan menyatakan perang terbuka dengan Afghanistan. Mengingat kedua negara tersebut adalah negara muslim yang seharusnya bersaudara.

Berdasarkan laporan, perselisihan  antara Pakistan dan Afghanistan dimulai di Garis Durand. Wilayah tersebut merupakan perbatasan sepanjang 2.670 kilometer (km) dari kedua negara, yang sudah sejak lama jadi sumber sengketa.

Sekembalinya kekuasaan Taliban di Kabul pada Agustus 2021, harapan terhadap stabilitas regional sempat membawa titik terang bagi Afghanistan. Akan tetapi, sejak saat itu pula, hubungan kedua negara muslim ini justru diwarnai eskalasi militer, penutupan perbatasan, deportasi pengungsi, sampai saling menarik duta besar.

Akar Konflik Pakistan dan Afghanistan

Duduk perkara perselisihan ini berawal pada 1893 saat Inggris menyatakan Durand Line sebagai batas antara Afghanistan dan wilayah India Britania (Pakistan). Keputusan itu pun menimbulkan polemik, karena Kabul tidak pernah secara resmi mengakui garis tersebut sebagai perbatasan internasional lantaran membelah wilayah etnis Pashtun.

Di sisi lain, Islamabad menganggap bila wilayah Durand Line merupakan batas resmi yang sah. Sebagai komitmennya untuk menjaga negara, Pakistan membangun pagar serta pos keamanan untuk menekan pergerakan militan antar lintas negara.

Ketegangan memuncak kala Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021. Pakistan pun berharap pemerintahan baru di Kabul dapat membantu menekan aktivitas Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok militan yang beberapa kali justru melancarkan serangan di wilayah Pakistan sendiri.

Akan tetapi, kenyataannya justru berbanding terbalik. Serangan makin gencar dilakukan oleh TTP ke Pakistan. Mereka menganggap pemerintah Pakistan tidak menjalankan sistem pemerintahan dengan basis interpretasi syariah versi mereka. Hal ini lantas menyebabkan konflik berkepanjangan antara kelompok militan dan negara sejak awal 2000-an silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Bahas Investasi hingga Kerja Sama Pertahanan

Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Bahas Investasi hingga Kerja Sama Pertahanan

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:15 WIB

Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis

Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 08:42 WIB

Terkini

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

News | Sabtu, 04 April 2026 | 21:35 WIB

Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 21:17 WIB

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:57 WIB

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:34 WIB

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:09 WIB

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Sabtu, 04 April 2026 | 19:36 WIB

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:55 WIB

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

News | Sabtu, 04 April 2026 | 17:43 WIB

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB