Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:17 WIB
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
Israel dan AS turut mengebom SD khusus perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan Sabtu (28/2/2026). [IRNA/Al Jazeera]
  • Serangan udara gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 memicu konflik setelah negosiasi nuklir gagal total.
  • Serangan awal tersebut mengakibatkan sedikitnya 70 pelajar tewas di Minab, Iran, memicu pembalasan besar dari Teheran.
  • Iran meluncurkan serangan balasan besar ke berbagai aset militer AS di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan negara Teluk lainnya.

Suara.com - Konflik di Timur Tengah pecah ke level yang sangat mengkhawatirkan setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu, (28/2/2026).

Serangan yang diklaim sebagai tindakan pencegahan (preemptive strike) ini dilakukan setelah perundingan nuklir di Jenewa gagal mencapai kesepakatan permanen.

Namun, operasi militer ini memicu tragedi kemanusiaan besar dan aksi balasan kilat dari Teheran yang menyasar aset-aset militer Washington di berbagai negara tetangga.

Setidaknya 70 pelajar di Iran jadi korban

Duka mendalam menyelimuti kota Minab, di wilayah selatan Iran. Sebuah serangan udara Israel dilaporkan menghantam sekolah dasar putri di kota tersebut. Laporan dari Russia Today, menyebutkan bahwa sedikitnya 70 pelajar tewas akibat ledakan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran langsung mengecam keras peristiwa ini sebagai bentuk agresi militer kriminal yang dilakukan di tengah proses diplomatik yang sebenarnya masih berjalan.

Iran menegaskan bahwa jatuhnya korban sipil, terutama anak-anak sekolah, telah melewati batas kedaulatan nasional mereka dan menuntut komunitas internasional untuk tidak tinggal diam atas pelanggaran Piagam PBB ini.

Iran luncurkan serangan ke sejumlah negara Timur Tengah

Meradang atas hantaman ke wilayahnya, Teheran tidak butuh waktu lama untuk membalas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) segera meluncurkan gelombang serangan rudal balistik dan drone.

Skalanya tidak main-main, sedikitnya 75 rudal ditembakkan ke arah Israel. Namun, balasan Iran tidak berhenti di sana. Pejabat senior Iran menyatakan bahwa setelah agresi ini, tidak ada lagi "garis merah" dan seluruh aset serta kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah kini menjadi target sah militer mereka.

Akibatnya, sirene peringatan dan ledakan terdengar di berbagai negara Teluk yang selama ini menjadi tempat bernaung pangkalan militer AS.

Di mana saja lokasi aset militer AS?

Menurut South China Morning Post, selama ini, AS memang memarkir banyak sekali kendaraan tempur dan personel militernya di berbagai titik strategis Timur Tengah.

Lokasi-lokasi inilah yang menjadi sasaran empuk rudal Iran sore itu. Target utama adalah Markas Besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Jufair, Bahrain, yang mengalami ledakan hebat hingga kepulan asap terlihat dari ibu kota Manama.

Selain Bahrain, Iran juga membidik Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Al Dhafra menjadi sasaran, sementara di Arab Saudi, serangan mengarah ke Pangkalan Udara Prince Sultan.

Aset militer AS di Yordania, tepatnya Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti, serta pangkalan di wilayah Kurdistan, Irak, juga tidak luput dari serangan balasan Iran.

Katanya Aliansi, Rusia dan China di Mana dan Sedang Apa?

Melihat eskalasi yang begitu cepat, dua kekuatan besar dunia, Rusia dan China, langsung bereaksi.

Menurut Al Jazeera, Rusia melalui Wakil Ketua Dewan Keamanan, Dmitry Medvedev, menuding AS telah menggunakan perundingan nuklir hanya sebagai kedok atau "cover-up" untuk mempersiapkan operasi militer ini.

Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak penilaian objektif atas tindakan AS yang dianggap tidak bertanggung jawab dan membahayakan stabilitas kawasan.

Sementara itu, China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan aksi militer dan kembali ke meja perundingan.

Beijing menekankan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah Iran harus dihormati. Selain faktor keamanan, China berkepentingan besar karena mereka adalah pembeli utama minyak Iran, di mana gangguan di Selat Hormuz akibat perang ini bisa mengancam pasokan energi mereka secara global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius

Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:22 WIB

Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS

Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:18 WIB

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:04 WIB

Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!

Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:02 WIB

Terkini

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:05 WIB

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:23 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:15 WIB