Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak

M Nurhadi

Minggu, 01 Maret 2026 | 05:33 WIB
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
Israel dan AS turut mengebom SD khusus perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, dalam serangan Sabtu (28/2/2026). [IRNA/Al Jazeera]
baca 10 detik
  • Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan keras atas agresi militer AS dan Israel terhadap kedaulatan wilayahnya pada Minggu (01/03/2026).
  • Teheran menuduh serangan tersebut melanggar Piagam PBB dan menegaskan kesiapan militer untuk membela diri dan membalas agresi.
  • Iran menuntut DK PBB segera mengambil tindakan, mengutuk serangan, serta menyerukan dukungan regional terhadap tindakan balasan mereka.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran secara resmi merilis pernyataan keras menanggapi apa yang mereka sebut sebagai agresi militer kriminal oleh pasukan Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) terhadap kedaulatan wilayahnya pada Minggu pagi (01/03/2026).

Serangan udara tersebut terjadi di tengah suasana sakral, tepat pada hari kesepuluh bulan suci Ramadan dan menjelang perayaan Nowruz (Tahun Baru Iran).

Otoritas Teheran melaporkan bahwa sejumlah target, termasuk infrastruktur pertahanan dan situs sipil di berbagai kota, telah menjadi sasaran serangan.

Dalam keterangan resminya, Pemerintah Iran mengungkapkan kekecewaan mendalam lantaran agresi ini terjadi justru saat Iran dan Amerika Serikat sedang berada dalam proses diplomasi.

Kemenlu Iran menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam negosiasi sebelumnya bertujuan untuk membuktikan kepada sistem internasional mengenai niat baik Iran dalam mencegah peperangan.

"Rakyat Iran bangga bahwa mereka telah melakukan segala hal yang diperlukan untuk mencegah perang. Sekarang adalah waktunya untuk membela tanah air dan menghadapi agresi militer musuh," tulis pernyataan resmi tersebut.

Iran menyatakan bahwa meskipun mereka siap untuk bernegosiasi, militer mereka jauh lebih siap untuk melakukan pertahanan.

Pelanggaran Hukum Internasional dan Piagam PBB

Teheran secara tegas menuduh Amerika Serikat dan Israel telah melanggar Pasal 2(4) Piagam PBB mengenai integritas teritorial dan kedaulatan nasional.

baca juga

Sebagai respons, Iran menyatakan akan menggunakan hak hukumnya untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi para agresor dengan otoritas. Kami akan menggunakan seluruh kekuatan dan sumber daya kami untuk menghadapi agresi kriminal ini dan membalas tindakan jahat musuh," tegas Kemenlu Iran.

Iran juga menuntut tindakan segera dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan (DK PBB) untuk menjalankan tugas mereka dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Teheran menyerukan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan anggota Dewan Keamanan untuk mengutuk tindakan agresi yang dianggap telah mengancam stabilitas kawasan secara tidak terprediksi.

Selain itu, Iran mengharapkan dukungan kolektif dari negara-negara regional, negara-negara Islam, serta anggota Gerakan Non-Blok untuk bersatu mengutuk serangan tersebut.

Sikap Menentukan: "Agresor Akan Menyesal"

Menutup pernyataan tersebut, Pemerintah Iran menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan rakyatnya tidak pernah menyerah pada hegemoni asing.

Mereka menjanjikan respons yang "tegas dan menentukan" yang akan membuat pihak agresor menyesali tindakan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Iran, Israel dan negara sekitarnya memanas karena serangan militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 05:22 WIB

FIFA Siapkan Skenario Pengganti Tercepat Jika Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026

FIFA Siapkan Skenario Pengganti Tercepat Jika Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 05:21 WIB

Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran

Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 05:10 WIB

Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!

Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 05:05 WIB

Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat

Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:50 WIB

Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara

Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:36 WIB

Terkini

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

×