Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif

Erick Tanjung

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:37 WIB
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
Koordinator ICW, Almas Sjafrina di PTUN Jakarta, Pulo Gebang, Jakarta Timur. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • ICW dorong larangan politisi berbisnis di sektor yang memperparah krisis iklim.
  • Mayoritas politisi muda sepakat batasi keterlibatan pebisnis ekstraktif di lembaga legislatif.
  • ICW ungkap enam puluh persen anggota DPR memiliki latar belakang bisnis.

Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar forum debat bertajuk 'Kepung ICW vs 6 Politisi' di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). Mengusung format diskusi dinamis, ICW mempertemukan enam politisi muda lintas partai untuk menanggapi mosi; politisi yang duduk di legislatif dilarang menjalankan bisnis yang memperparah krisis iklim.

Koordinator ICW, Almas Sjafrina, menegaskan bahwa krisis iklim merupakan hasil dari keputusan politik yang salah. Ia menilai konflik kepentingan finansial, terutama dalam bisnis ekstraktif seperti tambang batu bara, nikel, dan perkebunan sawit, menjadi celah utama pembajakan kebijakan publik.

Mayoritas Anggota DPR Berlatar Belakang Pebisnis

ICW mengungkapkan data bahwa lebih dari 60 persen anggota DPR memiliki latar belakang bisnis, dengan ratusan di antaranya terafiliasi dengan sektor ekstraktif dan alih fungsi lahan. Almas meragukan lahirnya kebijakan pro-lingkungan jika pembuat regulasi sendiri memiliki kepentingan bisnis yang merusak ekologi.

Menurutnya, regulasi seperti UU Minerba dan UU Cipta Kerja mencerminkan risiko tersebut. ICW menyoroti pasal-pasal yang dinilai melemahkan perlindungan lingkungan serta potensi kriminalisasi warga yang memprotes aktivitas tambang.

“Melarang anggota DPR atau DPRD memiliki bisnis yang merusak lingkungan adalah langkah minimal bagi transparansi kebijakan,” ujar Almas, Sabtu (26/2/2026).

Respons Beragam dari Lintas Partai

Mayoritas politisi yang hadir menyatakan kesepakatannya terhadap mosi tersebut dengan berbagai sudut pandang:

  • Partai Buruh: Margianta menekankan bahwa politik Indonesia terlalu didominasi elite pebisnis yang memicu mahalnya biaya kontestasi. Ia menyebut Partai Buruh memiliki mekanisme constituent recall untuk menarik kader yang terindikasi konflik kepentingan atau merusak lingkungan.
  • PKS: Musthofa Faruq mendesak adanya payung hukum yang eksplisit dalam undang-undang yang secara tegas menyebutkan sektor-sektor terlarang bagi politisi, seperti pertambangan dan perkebunan sawit.
  • PKB: Riezal Ilham Pratama menekankan aspek sense of urgency terkait kedaruratan iklim. Ia sepakat bahwa pelaku bisnis yang mempercepat krisis iklim seharusnya dilarang terlibat di parlemen dan mendesak evaluasi total terhadap UU Kehutanan serta UU Minerba.
  • PDIP: Cintya Amanda Labetta menegaskan komitmen ekologis partainya dan memberikan autokritik. Ia sepakat bahwa pembuat aturan tidak boleh terjebak dalam kenyamanan bisnis ekstraktif saat mewakili rakyat. PDIP saat ini tengah menyusun kajian mendalam terkait pencegahan korupsi ekologis.

Langkah Awal Reformasi Politik Hijau

baca juga

Meskipun terdapat perbedaan pendekatan teknis, forum ini menyepakati bahwa konflik kepentingan bisnis ekstraktif adalah persoalan serius bagi tata kelola negara.

ICW menekankan bahwa pembersihan arena politik dari intervensi bisnis yang merusak alam merupakan prasyarat mutlak sebelum mewujudkan transformasi ekonomi hijau di Indonesia. 

Debat yang diwarnai sesi tanya silang ini ditutup dengan refleksi bersama bahwa krisis iklim bukan sekadar isu lingkungan, melainkan krisis representasi politik yang mendesak untuk dibenahi.

______________________________

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:23 WIB

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:04 WIB

KPK Soroti Mobil Dinas Rp 8,5 M Gubernur Kaltim, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan

KPK Soroti Mobil Dinas Rp 8,5 M Gubernur Kaltim, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×