Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

Erick Tanjung

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:23 WIB
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
Forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]
baca 10 detik
  • Audiens debat ICW tagih komitmen nyata politisi muda soal reformasi antikorupsi.
  • Grace desak revisi UU Tipikor masukkan aturan perdagangan pengaruh secara eksplisit.
  • Generasi muda minta politisi parlemen tidak tunduk pada tekanan elite partai.

Suara.com - Desakan pembenahan regulasi antikorupsi dan reformasi internal partai politik mengemuka dalam forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). Sejumlah audiens melayangkan kritik substantif terhadap jawaban para politisi muda yang dinilai masih normatif serta belum menyentuh akar persoalan konflik kepentingan.

Moderator forum mencatat adanya “titik terang” (silver lining) dari perdebatan tersebut, yakni munculnya kesepahaman mengenai bahaya hubungan bisnis ekstraktif dengan kekuasaan. Meski demikian, forum ini dipandang sebagai ruang pembuka demokrasi yang lebih dinamis, bukan sekadar ajang penyelesaian masalah secara instan.

Kritik tajam datang dari salah satu peserta bernama Grace. Ia menyoroti urgensi demokratisasi internal partai, termasuk pembatasan masa jabatan ketua umum. Ia mempertanyakan independensi anggota DPR dalam merevisi Undang-Undang Partai Politik, mengingat mereka adalah kader yang memiliki kepentingan langsung terhadap regulasi tersebut.

“Bagaimana nantinya ketika anggota DPR yang notabene kader partai ingin merevisi aturan partai politik yang berkaitan erat dengan kepentingan mereka?” ujar Grace, Sabtu (28/2/2026).

Grace juga mendesak revisi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) guna menyesuaikan dengan standar United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Ia menekankan pentingnya memasukkan norma trading in influence atau perdagangan pengaruh secara eksplisit ke dalam hukum positif Indonesia.

Menurutnya, praktik jual beli pengaruh tidak bisa hanya bersandar pada moralitas individu.

“Trading in influence tidak bisa hanya bergantung pada moralitas anggota partai. Hal ini harus dirumuskan secara tegas dalam revisi UU Tipikor,” jelasnya.

Peserta lain turut menyoroti absennya pembahasan isu greenflation serta kurangnya formula pembaruan konkret dari partai-partai baru dibandingkan partai mapan. Sementara itu, Ami, peserta dari unsur pemuda, menyuarakan kegelisahan mahasiswa terkait revisi UU TNI-Polri, RUU Perampasan Aset, hingga isu kriminalisasi aktivis.

Ami mengingatkan politisi muda agar tetap memegang teguh prinsip dan tidak tunduk pada tekanan elite senior partai saat duduk di parlemen kelak. Ia menekankan bahwa pemuda memiliki kecepatan akses informasi dan pemahaman teknologi yang harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis.

baca juga

“Suara kami mohon didengar, sumbangkan pemikiran Bapak dan Ibu di dalam sistem. Jika pemuda tidak punya prinsip dan keyakinan untuk mengubah negara, maka semuanya akan kacau,” tutur Ami.

Forum ini merefleksikan ekspektasi tinggi publik terhadap penguatan hukum antikorupsi agar reformasi diwujudkan dalam perubahan regulasi yang nyata, bukan sekadar retorika.

____________________________

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih

ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:08 WIB

Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?

Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:59 WIB

ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?

ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:06 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×