Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik

Erick Tanjung

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:59 WIB
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
Perwakilan PSI, Geraldi Ryan Wibinata dalam forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]
baca 10 detik
  • PSI dan Perindo soroti ketergantungan ekonomi ekstraktif serta transparansi dana politik.
  • Geraldi Ryan usul mekanisme blind trust guna memisahkan politisi dan pebisnis.
  • Manik Margana desak keterbukaan identitas sponsor politik di balik anggota legislatif.

Suara.com - Perdebatan mengenai larangan bagi anggota legislatif untuk berbisnis di sektor yang merusak lingkungan memunculkan perspektif kritis dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Perindo.

Dalam forum debat "KEPUNG ICW vs 6 Politisi" di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026), kedua partai ini menekankan bahwa persoalan sesungguhnya terletak pada desain ekonomi nasional serta transparansi pendanaan politik.

Mosi debat tersebut berbunyi; “Politisi yang duduk di legislatif dilarang berbisnis yang memperparah krisis iklim.”

PSI: Benahi Desain Ekonomi Nasional

Perwakilan PSI DKI Jakarta, Geraldi Ryan Wibinata, menilai mosi tersebut kurang tajam dalam menyentuh akar permasalahan. Menurutnya, hambatan utama bukan hanya kepemilikan bisnis individu, melainkan desain ekonomi Indonesia yang masih sangat bergantung pada industri ekstraktif.

“Sejauh PDB kita masih signifikan bergantung pada sektor ekstraktif, maka kebijakan negara akan terus berputar di sana. Masalahnya bukan sekadar memisahkan bisnis tambang, melainkan merombak desain industri kita agar tidak lagi mengandalkan ekstraksi sumber daya alam,” ujar Geraldi, Sabtu (26/2/2026).

Perwakilan Partai Perindo, Manik Margana Mahendra dalam forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]
Perwakilan Partai Perindo, Manik Margana Mahendra dalam forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]

Geraldi juga menyoroti konsep resource nationalism yang dinilai cenderung melayani kepentingan ekstraksi. Ia memperingatkan bahwa tanpa perubahan paradigma, hilirisasi hanya akan berpindah dari satu komoditas ke komoditas ekstraktif lainnya.

Meski demikian, PSI tetap mendorong pembenahan konflik kepentingan di parlemen melalui mekanisme blind trust, kewajiban pengungkapan kepemilikan, dan keberanian untuk melakukan self-declare terkait rekam jejak usaha keluarga.

Perindo: Transparansi Sponsor Lebih Utama

baca juga

Di sisi lain, Manik Margana Mahendra dari Partai Perindo mengajak publik untuk lebih fokus pada transparansi sponsor politik ketimbang sekadar melarang kepemilikan bisnis. Ia berpendapat bahwa bisnis tetaplah penggerak ekonomi bangsa yang sulit untuk dibatasi secara mutlak.

“Tidak semua konflik kepentingan lahir dari kepemilikan bisnis langsung. Politisi yang tidak punya bisnis pun bisa memiliki afiliasi kepentingan tertentu,” ungkap Manik.

Ia mencontohkan industri rokok yang mampu memengaruhi kebijakan melalui jejaring politik tanpa mengharuskan legislator memiliki perusahaan rokok tersebut.

Manik menekankan pentingnya keterbukaan mengenai pihak-pihak yang mendanai proses politik.

“Akar masalahnya mungkin bukan pada kepemilikan bisnis, melainkan pada keseriusan kita untuk mengecek siapa sponsor di balik para anggota dewan atau caleg yang maju. Kita perlu memperjelas siapa sebenarnya penyokong dana di antara mereka,” tegasnya.

Meskipun mayoritas politisi dalam forum tersebut menyepakati pembatasan bisnis ekstraktif bagi legislator. PSI dan Perindo memberikan catatan penting: larangan formal saja tidak akan efektif tanpa adanya perombakan struktur ekonomi dan keterbukaan akses informasi terhadap pendanaan politik.

___________________________

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan

Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:48 WIB

Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif

Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:37 WIB

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×