Fakta Janggal Kematian Nizam Syafei di Sukabumi, Ayah Bahas Pemakaman Saat Anak Masih Kritis

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 15:00 WIB
Fakta Janggal Kematian Nizam Syafei di Sukabumi, Ayah Bahas Pemakaman Saat Anak Masih Kritis
Kuasa hukum ibu kandung Nizam Syafei, Mira Widyawati, memaparkan sejumlah kejanggalan fatal di balik kematian bocah yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri di DPR, Senin (2/3/2026). (bidik layar video)
  • RDPU Komisi III DPR RI pada 2 Maret 2026 mengungkap kejanggalan kematian Nizam Syafei akibat dugaan penganiayaan ibu tiri.
  • Ayah korban mengirim pesan berisi isyarat kematian dan rencana pemakaman tiga hari sebelum Nizam meninggal dunia.
  • Terdapat indikasi pembiaran korban kritis selama tiga hari sebelum dibawa ke rumah sakit dalam kondisi koma.

Suara.com - Fakta memilukan terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (2/3/2026).

Kuasa hukum ibu kandung Nizam Syafei, Mira Widyawati, memaparkan sejumlah kejanggalan fatal di balik kematian bocah yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu tirinya tersebut.

Salah satu poin paling mengejutkan adalah adanya komunikasi antara ayah kandung korban (berinisial AS) dengan ibu kandung korban (Lisnawati) tiga hari sebelum Nizam dinyatakan meninggal dunia.

Mira mengungkapkan, bahwa pada 15 Februari 2026 atau tiga hari sebelum kematian Nizam pada 18 Februari, ayah korban sudah mengirimkan pesan singkat yang mengisyaratkan kematian anaknya, padahal saat itu Nizam masih berada di rumah dalam kondisi kritis.

"Tanggal 15, Pak, Februari mereka ada chat. Chat-nya itu isinya bahwa ini anaknya sakit katanya, dalam Bahasa Sunda, Pak. Tapi kalau diterjemahkan begitu. Terus kata klien kami, 'Apa sudah dibawa ke dokter?', 'Belum' katanya gitu. 'Kenapa?', 'Nggak ada waktu,' begitu," ungkap Mira di hadapan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Lebih jauh, Mira menjelaskan bahwa dalam pesan tersebut, AS sudah menyampaikan permohonan maaf dan membicarakan rencana lokasi pemakaman Nizam.

"Kemudian lanjut ada lagi WhatsApp selanjutnya, 'Minta maaf ya kalau misalnya anak ini tidak ada... panjang umur. Minta maaf dan mungkin akan dimakamkan di makam keluarga ini namanya, dekat makam bapaknya atau kakek dia'," lanjut Mira menirukan isi pesan tersebut.

Mendengar pemaparan tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman sempat terkejut dan memastikan kembali status Nizam saat pesan itu dikirimkan.

"Tanggal berapa? Itu udah meninggal?" tanya Habiburokhman.

Mira menegaskan, bahwa pada tanggal 15 Februari, Nizam masih hidup namun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di rumah, bukan di rumah sakit.

Berdasarkan bukti video yang dikantongi tim hukum, terdapat indikasi kuat adanya pembiaran selama tiga hari sebelum korban akhirnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi koma.

"Kami mendapat video-video pada saat dia masih di rumah dengan kondisi kritis itu, kita sudah dapat bukti-bukti foto dan video sehingga kita menganalisa bahwa ini adalah pembiaran atau penelantaran sengaja untuk tidak dibawa ke rumah sakit begitu," ujar Mira.

Nasib tragis juga dialami Lisnawati, ibu kandung Nizam. Mira menceritakan bahwa selama empat tahun terakhir, akses Lisnawati untuk menemui atau sekadar menelepon anaknya ditutup rapat oleh pihak ayah.

Saat dikabari bahwa Nizam kritis pada 18 Februari dengan dalih sakit paru-paru, Lisnawati langsung bergegas dari Cianjur ke Sukabumi. Namun, perjalanan panjang itu berakhir pilu.

"Sampai sana sudah meninggal. Jadi selisih jalan, Pak. Jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk otopsi, dia baru datang ke rumah sakit. Jadi tidak bertemu lagi anak dalam kondisi masih hidup, bahkan lebih mirisnya sampai pemakaman, jenazah sudah tertutup kain kafan sehingga mukanya pun tidak bisa dilihat," tutur Mira.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:36 WIB

Komisi III DPR Gelar RDP Kematian Nizam Syafei, Ibu Kandung Hadir dan Soroti Dugaan Penyiksaan

Komisi III DPR Gelar RDP Kematian Nizam Syafei, Ibu Kandung Hadir dan Soroti Dugaan Penyiksaan

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:24 WIB

Ibu Tiri Bohong di 2024, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Kasus Kematian Nizam

Ibu Tiri Bohong di 2024, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Kasus Kematian Nizam

Entertainment | Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:20 WIB

2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?

2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?

Entertainment | Jum'at, 27 Februari 2026 | 18:30 WIB

Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan

Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan

Entertainment | Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:03 WIB

Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror

Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror

Entertainment | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:44 WIB

Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK

Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:27 WIB

Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum

Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:21 WIB

Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!

Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:19 WIB

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:13 WIB

Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok

Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:06 WIB

Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?

Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:02 WIB

Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini

Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:00 WIB

Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal

Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:54 WIB

Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal

Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka

Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:39 WIB