Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:49 WIB
Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama dengan Presiden ketujuh Joko Widodo (kanan) dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) saat menggelar pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Handout/BPMI Setpres/Muchlis Jr]
  • Presiden Prabowo mengundang tokoh politik senior merespons eskalasi konflik AS-Iran sebagai manajemen risiko politik domestik.
  • Pertemuan ini bertujuan membangun legitimasi kolektif untuk kebijakan ekonomi sulit akibat potensi gejolak energi global.
  • Langkah tersebut menegaskan posisi diplomasi Indonesia tidak terseret dalam blok geopolitik tertentu, menjaga kesinambungan politik luar negeri.

Suara.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden dan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, hingga ketua umum partai politik di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran dinilai memiliki makna strategis yang mendalam.

Langkah ini dipandang bukan sekadar respons terhadap situasi geopolitik, melainkan upaya konsolidasi politik domestik.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai langkah tersebut sebagai bentuk manajemen risiko politik jangka menengah. Menurutnya, Prabowo tengah mengantisipasi dampak domino dari ketegangan di Timur Tengah terhadap stabilitas di dalam negeri.

“Ini bukan hanya soal perang di Timur Tengah. Ini soal bagaimana Presiden Prabowo mengelola potensi dampak politik di dalam negeri. Geopolitik sering kali menjadi pemicu tekanan ekonomi, dan tekanan ekonomi bisa cepat berubah menjadi tekanan politik,” ujar Arifki kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic ini menjelaskan, bahwa konflik AS–Iran sangat berkaitan dengan isu energi global.

Jika harga minyak dunia melonjak dan memicu inflasi, pemerintah kemungkinan besar harus mengambil kebijakan ekonomi yang sulit. Pertemuan dengan para tokoh senior dianggap sebagai upaya membangun legitimasi kolektif.

“Kalau nanti ada kebijakan yang tidak populer akibat situasi global, pemerintah bisa menunjukkan bahwa langkah itu lahir dari pembacaan kolektif para negarawan, bukan keputusan satu figur,” jelasnya.

Selain isu ekonomi, Arifki melihat pertemuan tersebut sebagai strategi untuk membangun “tameng politik” guna menepis opini publik terkait posisi diplomasi Indonesia.

Hal ini penting untuk menegaskan bahwa Indonesia tidak terseret ke dalam blok tertentu, termasuk keterlibatan dalam blok perdamaian yang dipelopori Donald Trump.

“Serangan AS dan Israel terhadap Iran bisa memperuncing persepsi bahwa Indonesia berada dalam orbit tertentu. Dengan mengundang tokoh-tokoh senior, Presiden Prabowo mengirim pesan bahwa arah kebijakan luar negeri tetap melalui pertimbangan luas, bukan karena tekanan blok mana pun,” katanya.

Ia menekankan bahwa pertemuan lintas generasi ini menunjukkan adanya kesinambungan dalam arah politik luar negeri Indonesia.

“Pesannya, kebijakan luar negeri Indonesia tidak berubah karena pergantian presiden. Ada garis merah kepentingan nasional yang dijaga lintas generasi,” tegas Arifki.

Lebih lanjut, Arifki menyimpulkan bahwa stabilitas domestik adalah aset paling strategis di tengah dunia yang terfragmentasi. Pertemuan tersebut merupakan langkah awal pemerintah dalam mengelola risiko sebelum dampak global benar-benar memengaruhi politik dalam negeri.

“Dalam geopolitik, yang diuji bukan hanya keberanian mengambil posisi, tapi kemampuan mengelola konsekuensinya ke dalam politik dalam negeri. Pertemuan ini adalah bagian dari upaya mengelola konsekuensi itu sejak awal,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilu Presiden Barcelona Sengit! Kandidat Lain Usung Koalisi Bersama Lawan Joan Laporta

Pemilu Presiden Barcelona Sengit! Kandidat Lain Usung Koalisi Bersama Lawan Joan Laporta

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:07 WIB

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:28 WIB

Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak

Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:02 WIB

Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama

Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:50 WIB

Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?

Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB