Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda

Bella, Novian Ardiansyah

Kamis, 05 Maret 2026 | 19:48 WIB
Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Jimly Asshiddiqie menyarankan penangguhan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace pasca serangan AS dan Israel terhadap Iran.
  • Penangguhan BoP diusulkan hingga konflik mereda dan ada kepastian pengakuan kemerdekaan Palestina oleh Israel.
  • Jimly mendorong Indonesia berperan aktif menjembatani potensi konflik perpecahan di dunia Islam saat ini.

Suara.com - Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, Jimly Asshiddiqie, menyarankan pemerintah Indonesia menangguhkan kewajiban keanggotaan dalam Board of Peace (BoP). Usulan itu muncul setelah terjadinya serangan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran.

Menurut Jimly, keterlibatan Indonesia dalam BoP selama ini turut membuat hubungan Jakarta dengan Washington berjalan baik. Hal itu juga diperkuat dengan perjanjian dagang yang diteken Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden AS Donald Trump.

"Jadi saya rasa ada dua ini yang membuat Donald Trump sangat gembira dengan peranan Indonesia. Satu, BOP yang sudah lebih dulu, dan yang kedua tarif," kata Jimly di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Namun, ia menyoroti persepsi publik terhadap BoP yang kini dinilai tidak lagi identik dengan perdamaian setelah agresi militer terhadap Iran.

"Jadi saya rasa ada baiknya juga sesudah terjadi perang ini, kan banyak orang mengaitkan bahwa ini bukan Board of Peace tapi Board of War. Jadi karena perubahan dan perkembangan baru ini, saya rasa dua hal yang membuat Donald Trump senang sekali sama Indonesia itu kan bisa kita kurangi separuh," ujarnya.

Jimly mengusulkan agar Indonesia menangguhkan kewajiban keanggotaan dalam BoP hingga dua kondisi terpenuhi, yakni meredanya konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel serta adanya kepastian pengakuan kemerdekaan bagi Palestina.

"Misalnya yang BoP itu kita menyatakan menangguhkan kewajiban keanggotaan kita sampai dua hal. Satu, sampai perang Iran versus Amerika dan Israel ini reda. Yang kedua, sampai ada kepastian jadwal pengakuan Israel kepada kemerdekaan Palestina. Nah, kalau sudah ada kepastian, nah baru kita aktif lagi," kata Jimly.

Bukan Mundur

Meski demikian, Jimly menegaskan bahwa usulan tersebut bukan berarti Indonesia keluar dari BoP yang merupakan inisiatif Trump.

"Bukan mundur, tetap saja, kita tetap saja di situ. Ya kan? Lagi pula Donald Trump kan sudah senang sama kita ya alhamdulillah kan," ujarnya.

baca juga

"Cuma dari dua poin itu ya kita kurangi separuh gitu lho, ialah menunda itu," sambungnya.

Jimly juga mendorong Indonesia memainkan peran yang lebih aktif dalam meredakan konflik di dunia Islam. Menurutnya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjembatani berbagai potensi perpecahan.

"Dan yang paling penting yang terakhir kalau menurut saya ya, saya tidak tahu apa ada dialog, yang jelas Indonesia sebagai negeri muslim terbesar sekarang non-Arab, kita sudah saatnya berperan untuk bagaimana menjembatani potensi konflik adu domba dari Israel kepada dunia Islam," kata Jimly.

"Bangsa Arab dengan bangsa non-Arab, Turki, Persia atau Iran, Indonesia, dan Pakistan mudah-mudahan bisa merujukkan dunia Islam. Gitu lho, jangan nanti diadu domba, oh ini gara-gara Syiah, orang Suni harus begitu lho," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta

Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta

Foto | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:46 WIB

Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah

Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:46 WIB

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:42 WIB

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:23 WIB

Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup

Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB

Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh

Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:06 WIB

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar

Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:20 WIB

Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi

Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi

Entertainment | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×