Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:39 WIB
Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin
Ilustrasi seorang murid kelas 1 SD mendapatkan suntikan vaksin campak dari tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
baca 10 detik
  • Dinkes Yogyakarta mencatat enam kasus campak positif dari 45 suspek, menyatakan situasi terkendali tanpa KLB.
  • Mayoritas pasien positif campak belum divaksinasi karena adanya penolakan dari orang tua meski vaksin gratis.
  • Pengobatan campak bersifat suportif; komplikasi seperti pneumonia dapat terjadi dan meningkatkan risiko kematian fatal.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Kota Yogyakarta tetap menggalakkan program imunisasi dasar lengkap (IDL). Skema perlindungan diberikan secara berlapis, mulai dari usia 9 bulan, dosis lanjutan (booster) pada usia 18 bulan, hingga melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi siswa kelas satu sekolah dasar.

Lana menekankan bahwa orang tua yang sebelumnya melewatkan jadwal imunisasi tidak perlu berkecil hati. Selama anak masih dalam usia balita atau sebelum masuk sekolah, vaksinasi susulan masih sangat efektif dan dapat diberikan.

"Kalau misal selama ini masih usianya masih balita ya sampai sebelum masuk sekolah tuh masih bisa disusulkan. Jadi tidak ada kata terlambat sebetulnya kalau untuk vaksin itu ya, bisa kita kejar," terangnya.

Sejauh ini Kota Yogyakarta memang sudah memiliki capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang sangat baik, yakni berada di atas 95 persen. Namun, adanya mobilitas penduduk antarwilayah tetap menjadi faktor risiko.

"Kita sudah di atas 95 (persen) sih sebetulnya. Kita 96-97 (persen) lah untuk campak sebetulnya. Kami ya berharapnya bisa 100 persen ya tapi ternyata itu tadi, masih ada ya keluarga yang nggak mau vaksin," tandasnya.


Risiko Komplikasi Campak

Ancaman penyakit campak patut diwaspadai sebab sifat penularannya yang sangat cepat. Hanya melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau sekadar berbicara.

Gejala awalnya sering kali ditandai dengan demam tinggi yang disertai munculnya ruam kemerahan atau rash pada kulit.

Lana menjelaskan bahwa pengobatan yang diberikan bersifat simptomatis dan suportif, yakni meredakan gejala yang muncul sekaligus memperkuat imunitas.

baca juga

Jika kondisi pasien menurun, perawatan medis intensif seperti pemberian infus dan vitamin tambahan di rumah sakit menjadi prosedur yang harus ditempuh.

"Jadi simptomatis itu gejala-gejalanya kita obati, kemudian suportif itu tadi terapi intake, intake makanan, intake cairan. Nah, yang bahaya itu sebetulnya kalau dia terus nanti komplikasi ya," tuturnya.

Risiko paling fatal dari campak muncul ketika infeksi menyebar dan memicu komplikasi pada organ tubuh lainnya. Tanpa penanganan yang segera dan tepat, terutama pada anak dengan kondisi gizi buruk, campak dapat berkembang menjadi peradangan paru-paru (pneumonia), radang otak, hingga berujung pada kematian.

Masa penyembuhan yang normalnya berlangsung 5 hingga 7 hari dapat menjadi jauh lebih lama dan sulit jika komplikasi organ ini sudah terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peta Rasa Masjid Syuhada: Diplomasi Takjil Nusantara Penawar Rindu Rantau

Peta Rasa Masjid Syuhada: Diplomasi Takjil Nusantara Penawar Rindu Rantau

Your Say | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:39 WIB

Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain

Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:29 WIB

Daftar Harga Rental Mobil Lepas Kunci di TRAC Yogyakarta untuk Lebaran, Mulai Rp500 Ribuan Per Hari

Daftar Harga Rental Mobil Lepas Kunci di TRAC Yogyakarta untuk Lebaran, Mulai Rp500 Ribuan Per Hari

Otomotif | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

×