- Presiden Prabowo bertemu ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Jakarta pada Kamis malam untuk silaturahmi santai.
- Dalam pertemuan tersebut, dibahas persiapan liburan Lebaran serta dinamika geopolitik dunia kepada para tokoh agama.
- Forum dialog tiga jam ini bertujuan menyamakan pandangan antara pemerintah dan ulama mengenai tantangan bangsa serta persatuan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah K. H. Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya) menjelaskan dalam pertemuan tersebut Prabowo memaparkan berbagai situasi dan tantangan yang tengah dihadapi bangsa.
Prabowo secara terbuka menerima serta menghimpun pandangan para kiai dan ulama sebagai bagian dari upaya bersama dalam pembangunan bangsa.
“Beliau sudah menjelaskan panjang lebar tentang tantangan-tantangan negeri ini. Dan negeri ini akan tetap terjaga jika kita mengandalkan kebersamaan dan persatuan,” kata Buya Yahya.
Pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam tersebut dinilai menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, K. H. Hasib Wahab Hasbullah, menyampaikan optimisme bahwa forum kolaborasi ini akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Kiai-kiai, ulama, dan para umara ini jadi satu sekarang ini. Insyaallah, dengan dibina oleh Bapak Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan adil,” ujarnya.