Baca 10 detik
- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjamin Jakarta tetap terbuka bagi pencari kerja tanpa ada operasi penyaringan khusus pasca-Lebaran.
- Pramono mengingatkan pendatang harus realistis menghadapi peluang kerja di Jakarta akibat ketidakpastian ekonomi global dan konflik dunia.
- Pemprov DKI telah menjamin ketersediaan stok pangan utama selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri agar harga tetap stabil.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta per Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Jakarta mencapai 5,47 juta orang, meningkat sekitar 41,62 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berikut adalah poin-poin utama data ketenagakerjaan Jakarta:
- Penduduk Bekerja: Sebanyak 5,14 juta orang (naik 30,82 ribu orang dari Februari 2024).
- Sektor Pertumbuhan: Kenaikan terbesar terjadi pada sektor Aktivitas Jasa Lainnya.
- Pekerja Formal: Mencapai 3,19 juta orang (62,05%), meski secara persentase turun 1,89 persen poin dibanding tahun lalu.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Berada di angka 6,18 persen, mengalami kenaikan tipis 0,15 persen poin dibanding Februari 2024.
Pemprov DKI berkomitmen untuk terus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar Jakarta tetap mampu menyerap tenaga kerja di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.