Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:42 WIB
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai membuka acara Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)
baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjamin Jakarta tetap terbuka bagi pencari kerja tanpa ada operasi penyaringan khusus pasca-Lebaran.
  • Pramono mengingatkan pendatang harus realistis menghadapi peluang kerja di Jakarta akibat ketidakpastian ekonomi global dan konflik dunia.
  • Pemprov DKI telah menjamin ketersediaan stok pangan utama selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri agar harga tetap stabil.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa ibu kota tetap menjadi kota terbuka bagi siapa saja yang ingin mengadu nasib.

Meski ekonomi global tengah dibayangi ketidakpastian, peluang kerja di Jakarta dipastikan tetap tersedia bagi masyarakat maupun pendatang baru pasca-Lebaran.

Pramono menyatakan bahwa Jakarta secara historis adalah kota yang ramah bagi pencari nafkah. Oleh karena itu, ia menjamin tidak akan ada tindakan represif seperti penyaringan khusus terhadap warga baru yang masuk ke Jakarta.

"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga, saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan operasi yustisi ataupun screening untuk itu," ucap Pramono usai membuka Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (3/7/2026).

Peluang Kerja dan Tantangan Global

Meski pintu terbuka lebar, Pramono mengingatkan para pendatang untuk membekali diri dengan sikap realistis.

Menurutnya, dinamika geopolitik internasional saat ini turut memberikan tekanan pada sektor ketenagakerjaan secara global.

"Jadi ruang untuk bekerja di Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja. Tetapi, memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana perlu realistis," tuturnya.

Ia menyoroti konflik besar seperti perang Rusia-Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

baca juga

Situasi ini, menurut Pramono, menuntut semua pihak untuk lebih waspada dalam melihat peluang ekonomi.

"Dalam kondisi dunia seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian," tambahnya.

Stabilitas Pangan Jelang Idul Fitri

Selain isu ketenagakerjaan, Pemprov DKI juga fokus menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya terkait ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Pramono memastikan stok pangan di Jakarta dalam posisi aman terkendali.

"Maka untuk itu dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri, Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama hal yang berkaitan dengan kebutuhan utama di bulan Ramadhan dan Idul Fitri, seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya," jelas Pramono.

Dengan pasokan yang melimpah, diharapkan tidak ada lonjakan harga ekstrem yang memberatkan masyarakat di tengah momen hari raya.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta per Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Jakarta mencapai 5,47 juta orang, meningkat sekitar 41,62 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berikut adalah poin-poin utama data ketenagakerjaan Jakarta:

  • Penduduk Bekerja: Sebanyak 5,14 juta orang (naik 30,82 ribu orang dari Februari 2024).
  • Sektor Pertumbuhan: Kenaikan terbesar terjadi pada sektor Aktivitas Jasa Lainnya.
  • Pekerja Formal: Mencapai 3,19 juta orang (62,05%), meski secara persentase turun 1,89 persen poin dibanding tahun lalu.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Berada di angka 6,18 persen, mengalami kenaikan tipis 0,15 persen poin dibanding Februari 2024.

Pemprov DKI berkomitmen untuk terus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar Jakarta tetap mampu menyerap tenaga kerja di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit

Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:22 WIB

Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman

Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:22 WIB

Jalan Berlumpur Setu Babakan Bikin Wisata Anjlok, Pemprov DKI Akhirnya Turun Tangan!

Jalan Berlumpur Setu Babakan Bikin Wisata Anjlok, Pemprov DKI Akhirnya Turun Tangan!

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:59 WIB

Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis

Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 20:50 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×