China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump

Galih Prasetyo

Rabu, 22 April 2026 | 10:57 WIB
China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Presiden China Xi Jinping. (foto: tim media Presiden Prabowo).
baca 10 detik
  • Pemerintah China menuding Amerika Serikat sebagai penyebab utama krisis nuklir Iran akibat penarikan diri dari kesepakatan JCPOA tahun 2018.
  • Kementerian Luar Negeri China mengkritik serangan militer AS dan Israel terhadap Iran yang terjadi antara 2025 hingga awal 2026.
  • China menolak bergabung dalam perundingan pengendalian senjata nuklir trilateral karena menilai jumlah hulu ledaknya jauh lebih kecil daripada AS.

Suara.com - Pemerintah China secara terbuka menuding Amerika Serikat sebagai penyebab utama meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran.

Dalam laporan terbaru terkait implementasi Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Beijing juga menegaskan penolakannya untuk bergabung dalam perjanjian pengendalian senjata nuklir New START.

Perjanjian New START merupakan pakta pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia yang ditandatangani tahun 2010 untuk membatasi hulu ledak nuklir strategis dan sistem pengirimannya.

Laporan yang dirilis Kementerian Luar Negeri China pada 20 April itu menyoroti isu nuklir Iran sebagai fokus utama, di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel.

Media South China Morning Post melaporkan, Beijing mendesak Washington menunjukkan itikad politik untuk mengembalikan dialog dan menghentikan aksi militer.

ILUSTRASI perang nuklir (BBC)
ILUSTRASI perang nuklir (BBC)

China secara tegas mengkritik serangan udara yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada pertengahan 2025 hingga awal 2026.

“Tindakan tersebut telah melanggar hukum internasional dan tujuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian isi laporan tersebut.

Beijing juga menilai keputusan Washington keluar dari kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018 sebagai penyebab krisis nuklir saat ini.

Langkah tersebut dinilai melemahkan mekanisme pengawasan terhadap program nuklir Teheran.

baca juga

Kesepakatan JCPOA sendiri ditandatangani pada 2015 antara Iran dan negara-negara besar, termasuk AS di era Presiden Barack Obama.

Namun, pada masa pemerintahan Donald Trump, AS menarik diri secara sepihak, memicu ketidakpastian baru dalam upaya pengendalian nuklir Iran.

Di tengah kebuntuan diplomasi, perundingan terbaru yang digelar di Pakistan awal April juga berakhir tanpa kesepakatan.

Selain isu Iran, China juga menegaskan penolakannya terhadap usulan perundingan pengendalian senjata trilateral bersama AS dan Rusia.

Beijing menilai gagasan tersebut tidak adil dan tidak realistis, mengingat jumlah hulu ledak nuklir China jauh lebih kecil dibanding dua negara tersebut.

“Negara dengan persenjataan nuklir terbesar harus mengambil tanggung jawab utama dalam pengurangan secara signifikan,” tulis laporan itu.

China menegaskan pihaknya tetap menjalankan kebijakan penahanan maksimum dalam pengembangan senjata nuklir.

Beijing juga mengkritik sistem pertahanan rudal AS yang dikenal sebagai Golden Dome, yang dinilai dapat merusak stabilitas strategis global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal

Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 10:47 WIB

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Julukan Scambodia Picu Amarah Phnom Penh, Pemerintah Kamboja Serang Media AS

Julukan Scambodia Picu Amarah Phnom Penh, Pemerintah Kamboja Serang Media AS

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI

Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 09:38 WIB

Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:38 WIB

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

News | Rabu, 22 April 2026 | 07:44 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×