Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit

Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:22 WIB
Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit
Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi perajin dodol di Setu Babakan pada Jumat, 6 Maret 2026.
  • Perajin bernama Juani meminta bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk membeli mesin pengolah santan dan penggiling.
  • Pramono menyanggupi bantuan tersebut sambil menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong tradisional dalam produksi.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambangi kawasan Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026).

Dalam lawatan tersebut, orang nomor satu di Jakarta ini bersua dengan seorang perajin dodol Betawi bernama Juani.

Di tengah proses pengadukan dodol, pedagang kuliner tradisional itu mencurahkan pelik usahanya kepada sang gubernur demi mencapai sebuah kemajuan.

"Ini pak, saya ngaduk udah lama, jadi cuma begini-begini aja. Saya pengen tuh ada kemajuan gitu, ya. Saya harus punya mesin buat santen, mesin buat giling, gitu. Tapi saya mau beli nggak punya duit, pak," kisah perempuan 65 tahun itu.

Mendengar keluh kesah warganya, Pramono lantas merespons dengan sebuah pertanyaan yang sangat lugas.

"Berapa harga mesinnya?," tanya orang nomor satu di Jakarta itu.

Pedagang tersebut lekas membeberkan nominal dana yang ia butuhkan untuk memodernisasi dapur usahanya.

"Itu sekitar dua puluh (juta Rupiah), pak. Dua macam gitu. Mudah-mudahan bapak bisa bantu ya," harap Juani, yang disambut tawa Pramono.

Tanpa membuang waktu, Pramono serta-merta menyanggupi permintaan tolong dari sang perajin dodol tersebut.

Baca Juga: Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman

Kendati menyokong pengadaan peranti produksi yang lebih modern, sang politisi senior tetap menitipkan pesan penting mengenai pelestarian kearifan lokal.

"Harapannya adalah dilakukan modernisasi, tapi tidak menghilangkan tradisional yang ada di tempat ini," kata Pramono mewanti-wanti.

Sang gubernur juga mengingatkan agar proses pembuatan dodol yang sarat akan nilai kebersamaan tidak boleh luntur tergerus oleh kemajuan zaman.

"Sekali lagi, jangan kemudian yang lama ini dihilangkan. Karena inilah kekhasannya, keunggulannya, kelebihannya dodol, yang kita sebut dengan gotong royong ini," tegas Pramono.

Pada akhirnya, Pramono Anung sebagai kepala daerah tetap menegaskan iktikadnya untuk mengerek kualitas penganan khas Jakarta agar lebih berdaya saing.

"Sekali lagi, saya sebagai Gubernur Jakarta, saya merasa bahwa inilah kuliner tradisional yang harusnya kami perbaiki," pungkas politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI