Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain

Bangun Santoso

Minggu, 08 Maret 2026 | 20:27 WIB
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
Sejumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan pemeriksaan TPA Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi yang longsor pada, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Basarnas
baca 10 detik
  • Longsor hebat terjadi di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu siang, dipicu curah hujan tinggi menyebabkan ketidakstabilan gundukan sampah.
  • Basarnas mengonfirmasi tiga korban meninggal dunia akibat tertimbun, yaitu dua pemilik warung dan seorang sopir truk di lokasi.
  • Proses evakuasi dan pendataan korban serta truk yang tertimbun masih berlangsung di TPST Zona 4C dengan melibatkan petugas gabungan.

Suara.com - Peristiwa tragis melanda kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3) siang. Gunungan sampah yang mencapai ketinggian kritis dilaporkan mengalami longsor hebat yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan material yang signifikan.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa sejauh ini terdapat tiga orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran di lokasi kejadian, tepatnya di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, memberikan rincian mengenai identitas para korban yang berhasil dievakuasi dari tumpukan sampah tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, ketiga korban terdiri dari dua orang perempuan dan satu orang laki-laki.

Para korban diketahui merupakan warga yang beraktivitas di sekitar area pembuangan sampah tersebut, baik sebagai pemilik usaha warung maupun pekerja transportasi sampah.

"Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25), Sumine (60) keduanya pemilik warung, sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk," ucapnya sebagaimana dilansir Antara.

Proses evakuasi dan pendataan di lokasi longsor masih terus berlangsung hingga saat ini. Medan yang sulit dan luasnya area yang terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.

Desiana menekankan bahwa jumlah kerugian dan kemungkinan adanya korban tambahan masih terus dipantau oleh personel di lapangan.

Hal ini dikarenakan banyaknya aset kendaraan dan bangunan semi permanen yang berada di jalur lintasan longsor saat kejadian berlangsung.

baca juga

"Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban," katanya.

Berdasarkan laporan kronologi, musibah ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak siang hari membuat struktur gundukan sampah menjadi tidak stabil.

Informasi mengenai detik-detik mencekam saat longsor terjadi juga sempat terekam dan beredar luas di media sosial Instagram melalui akun @lbj_jakarta.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana massa sampah yang masif menimbun akses jalan utama di dalam area TPST.

"Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi seiak siang tadi. Kondisi gundukan sampah yang sudah mencapai ketinggian kritis membuatnya tidak stabil, hingga akhirnya material sampah tumpah menutupi akses jalan dan mengubur truk-truk yang sedang mengantre untuk proses bongkar muat," tulis akun tersebut.

Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya juga telah turun tangan untuk membantu proses penanganan darurat dan pengamanan di lokasi bencana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian memiliki dugaan kuat mengenai adanya korban lain yang mungkin masih terperangkap di bawah material longsoran sampah yang sangat tebal.

"Diduga masih terdapat korban lain yang belum ditemukan, serta beberapa truk sampah yang turut tertimbun material longsor," kata Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Budi menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.

Lokasi spesifik terjadinya longsor berada di TPST DKI Zona 4C, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Kejadian ini dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, di mana saat itu aktivitas bongkar muat sampah sedang berlangsung cukup padat di zona tersebut.

"Terkait peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Polda Metro Jaya telah melakukan penanganan di lapangan," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan yang terdiri dari unit Siaga SAR Bekasi, BPBD Kota Bekasi, dan BPBD Provinsi DKI Jakarta masih berjibaku di lokasi.

Sejumlah alat berat dan alat bantuan evakuasi telah dikerahkan untuk membongkar tumpukan sampah guna mencari keberadaan truk-truk yang hilang serta memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal.

Pendataan korban secara pasti masih menunggu hasil akhir dari operasi pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan di zona 4C tersebut.

Desiana Kartika Bahari kembali menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan penyisiran secara menyeluruh di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya warung dan kendaraan.

"Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25), Sumine (60) keduanya pemilik warung, sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk," ucapnya kembali untuk memastikan data korban meninggal dunia yang telah terverifikasi.

Pihak berwenang juga mengimbau kepada masyarakat dan para pekerja di TPST Bantargebang untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan stabilitas gundukan sampah yang masih rawan di beberapa zona lainnya.

"Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban," katanya menutup keterangan terkait perkembangan situasi di lokasi bencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Sembako Naik Jelang Idul Fitri? Pemkab Bekasi Akan Gelar Operasi Pasar

Harga Sembako Naik Jelang Idul Fitri? Pemkab Bekasi Akan Gelar Operasi Pasar

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:11 WIB

Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya

Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:48 WIB

Siapa Ermanto Usman? Mantan Pegawai JICT yang Tewas Mengenaskan di Bekasi

Siapa Ermanto Usman? Mantan Pegawai JICT yang Tewas Mengenaskan di Bekasi

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:20 WIB

Horor Sahur di Bekasi: Perampokan Maut di Jatibening, Suami Tewas dan Istri Kritis

Horor Sahur di Bekasi: Perampokan Maut di Jatibening, Suami Tewas dan Istri Kritis

News | Senin, 02 Maret 2026 | 20:37 WIB

Tegas! Wali Kota Bekasi Setop Paksa Proyek Galian 'Siluman' di Kali Abang Tengah

Tegas! Wali Kota Bekasi Setop Paksa Proyek Galian 'Siluman' di Kali Abang Tengah

News | Senin, 23 Februari 2026 | 11:58 WIB

Kunker ke Tambun Gagal, WN Jepang Ditemukan Tewas Terkunci di Kamar Hotel Gambir

Kunker ke Tambun Gagal, WN Jepang Ditemukan Tewas Terkunci di Kamar Hotel Gambir

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:06 WIB

Kebakaran di Mal Ciputra Bekasi, Percikan Las Logo Reklame Jadi Pemicu

Kebakaran di Mal Ciputra Bekasi, Percikan Las Logo Reklame Jadi Pemicu

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:19 WIB

Terkini

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:24 WIB

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

×