Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah

Arief Apriadi

Selasa, 10 Maret 2026 | 10:41 WIB
Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah
Donald Trump mengklaim Perang Iran-AS akan segera berakhir meski situasi Timur Tengah memanas pasca terpilihnya Mojtaba Khamenei. Cek fakta dan dampaknya terhadap harga minyak dunia. [Instagram]
  • Donald Trump meyakini konflik AS-Iran akan berlangsung dalam waktu singkat demi menstabilkan harga minyak dunia, meski ia tetap mengancam akan mengambil tindakan tegas jika pasokan energi terganggu.
  • Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran memicu eskalasi baru, bayang-bayang saling serang rudal antara Iran, Israel, dan sekutu AS di Timur Tengah.
  • Perang yang telah mengorbankan ribuan nyawa ini membuat AS menarik staf dari Arab Saudi, sementara pihak Iran menegaskan sudah tidak ada lagi ruang untuk diplomasi.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai masa depan Perang Iran-AS yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.

Meski situasi geopolitik semakin mencekam setelah terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Trump optimistis konflik ini tidak akan berlangsung lama.

Keyakinan tersebut diungkapkan oleh sang presiden dengan harapan konflik yang mereda dapat segera menstabilkan harga minyak dunia yang sempat meroket tajam akibat pertempuran bersenjata ini.

Perang yang sedang berlangsung ini memang telah membatasi pasokan utama minyak dan gas ke pasar dunia hingga membuat harga bahan bakar melonjak di seluruh wilayah AS.

“Kami mengakhiri semua ancaman ini untuk selamanya, dan akibatnya adalah harga minyak, harga minyak dan gas yang lebih rendah bagi keluarga Amerika,” kata Trump dikutip dari 1news.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump bertemu dengan sekelompok anggota parlemen di klub golf miliknya yang terletak di dekat wilayah Miami.

"Kami melakukan perjalanan kecil ke Timur Tengah untuk menyingkirkan kejahatan. Dan, saya pikir Anda akan melihat bahwa ini akan menjadi perjalanan jangka pendek," tambah Trump.

Meski meramalkan konflik jangka pendek, Trump sempat membayangkan bahwa pertempuran terburuk mungkin masih menanti di depan mata.

Ia bahkan secara terbuka mengancam akan mengintensifkan tindakan militer jika Iran melakukan upaya apa pun untuk menghentikan pasokan minyak dunia.

Pernyataan yang menarik-ulur ini langsung membuat harga minyak dan pasar saham di tingkat global bergerak naik-turun secara drastis.

Di sisi lain, parlemen Iran baru saja memilih Ayatollah Mojtaba Khamenei yang beraliran keras untuk menggantikan mendiang ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi.

Terpilihnya ulama berusia 56 tahun yang memiliki hubungan sangat erat dengan Garda Revolusi tersebut sempat memicu ketakutan yang membuat harga minyak kembali melonjak.

Para investor global melihat transisi kepemimpinan ini sebagai sinyal kuat bahwa Iran sedang bersiap menghadapi eskalasi setelah sepuluh hari perang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Terkait kepemimpinan baru ini, ribuan warga Iran turun ke alun-alun pusat di ibu kota Teheran untuk menunjukkan kesetiaan sambil mengibarkan bendera.

Merespons suksesi tersebut, Trump mengaku kecewa atas terpilihnya Mojtaba Khamenei yang selama ini dikenal jauh lebih tidak kenal kompromi dibandingkan mendiang ayahnya.

Ketegangan militer di lapangan juga terus berlanjut dengan laporan lebih dari 20 ledakan besar terdengar di Teheran dalam serangan udara terberat sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukan mereka sedang melakukan serangan gelombang besar yang menyasar kota Isfahan, Teheran, dan wilayah selatan Iran.

Sementara itu, Iran tidak tinggal diam dan melaporkan telah meluncurkan lebih banyak rudal ke arah Israel serta menargetkan sejumlah infrastruktur energi di beberapa negara Arab.

Serangan udara dari pihak Iran melaporkan mengenai ladang minyak Shaybah di Arab Saudi, melukai warga di ibu kota Uni Emirat Arab, serta memicu kebakaran di kilang minyak milik Bahrain.

Dampak dari ancaman regional tersebut membuat Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel non-esensial dan staf keluarga diplomat untuk segera meninggalkan Arab Saudi.

Di tengah situasi yang semakin tidak disebutkan ini, penasihat kebijakan luar negeri Iran, Kamal Kharazi, menegaskan kepada CNN bahwa tidak ada lagi ruang untuk jalur diplomasi.

Menurut data dari pejabat yang berwenang, perang besar ini telah menurunkan sedikitnya 1.230 orang di Iran, 397 orang di Lebanon, 11 orang di Israel, serta 7 anggota militer AS.

Menyikapi perkembangan tersebut, Trump menegaskan bahwa tujuan utama AS saat ini hampir tercapai, yakni melenyapkan persediaan rudal balistik Iran beserta kemampuan mereka untuk memproduksinya.

Saat berbicara tentang pertemuannya dengan keluarga tentara AS yang gugur dalam pertempuran, Trump mengutip pesan duka mereka yang berbunyi: "Pastikan Anda menang, Tuan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang

Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:05 WIB

Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak

Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 09:29 WIB

China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya

China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 08:18 WIB

Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia

Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 07:53 WIB

Terkini

Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran

Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:37 WIB

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:33 WIB

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:31 WIB

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:19 WIB

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:08 WIB

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:02 WIB

Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal

Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:55 WIB

KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka

KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:24 WIB