Israel Ancam Incar Nyawa Pimpinan Baru Iran, 18 Aset Militer AS di Timur Tengah Terpetakan

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:35 WIB
Israel Ancam Incar Nyawa Pimpinan Baru Iran, 18 Aset Militer AS di Timur Tengah Terpetakan
Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pertama, diikuti penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran.
  • Israel mengancam akan memburu pemimpin baru Iran, sementara AS menargetkan perubahan rezim sebagai tujuan utama operasi.
  • Operasi militer ini didukung jaringan pangkalan AS di Teluk, dengan motif ekonomi penguasaan cadangan minyak dunia.

Suara.com - Tensi di Timur Tengah bukannya mereda, malah semakin membara setelah gelombang serangan pertama yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Kabar terbaru menyebutkan adanya pergantian kepemimpinan tertinggi di Iran yang langsung disambut dengan ancaman pembunuhan dari pihak Israel.

Perang ini bukan lagi sekadar gertakan, melainkan operasi militer terencana yang melibatkan jaringan pangkalan militer raksasa di berbagai negara tetangga Iran.

Operasi yang disebut sebagai “Operation Epic Fury” ini menunjukkan betapa masifnya kesiapan militer Amerika di kawasan Teluk untuk menekan Teheran.

Dengan dukungan pangkalan udara, pelabuhan logistik, hingga markas armada laut, Washington tampaknya sudah menyiapkan skenario panjang yang melibatkan aset-aset strategis mereka di wilayah tersebut.

Ancaman Israel ke Pimpinan Baru Iran

Setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam gelombang serangan pertama, Iran dengan cepat menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari sang mendiang, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Namun, penunjukan ini langsung direspons keras oleh militer Israel (IDF).

Melalui pernyataan resmi, IDF menegaskan bahwa mereka akan terus mengejar setiap penerus dan siapa pun yang terlibat dalam pengangkatan pemimpin baru tersebut.

Israel secara terang-terangan mengancam tidak akan ragu untuk mengincar para ulama yang menghadiri pertemuan Majelis Ahli di Iran.

baca juga

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump bahkan menyebut bahwa perubahan rezim adalah salah satu tujuan utama perang ini.

Trump memberikan peringatan keras bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama kecuali mereka mau tunduk pada tuntutan AS dan menyerah tanpa syarat.

Daftar Lengkap Lokasi Pangkalan Amerika Serikat di Timteng

Agresi militer ini sangat bergantung pada jaringan pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara monarki Teluk sebagai titik tumpu serangan.

Menurut data dari Al Jazeera, Naval Support Activity (NSA) Bahrain menjadi markas utama Armada Kelima AS yang mengoordinasikan kapal induk hingga kapal selam di Teluk Persia. Selain itu, terdapat Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang merupakan fasilitas udara terbesar dengan kapasitas lebih dari 1.000 sorti penerbangan setiap harinya.

Di Kuwait, kekuatan AS tersebar di Camp Arifjan, Camp Buehring, dan Pangkalan Udara Ali Al Salem yang berfungsi sebagai pusat logistik dan pangkalan jet tempur F-16. Sementara di Uni Emirat Arab, AS memanfaatkan Pangkalan Udara Al Dhafra dan Pelabuhan Jebel Ali, salah satu pelabuhan buatan terbesar yang mampu melayani perbaikan kapal perang besar.

Amerika Serikat juga memiliki akses ke fasilitas di Oman, termasuk pangkalan udara Thumrait dan Masirah, serta pelabuhan Duqm dan Salalah untuk mendukung pergerakan logistik.

Terakhir, di Arab Saudi, Pangkalan Udara Prince Sultan menjadi pusat pertahanan rudal Patriot. Secara total, terdapat sekitar 18 titik fasilitas dan aset militer strategis yang kini aktif mendukung operasi melawan Iran di kawasan tersebut.

Perang Lawan Iran, Amerika Untung Berapa?

Di balik alasan keamanan dan nuklir, terdapat motif ekonomi yang sangat besar. Senator AS, Lindsey Graham, secara blak-blakan menyebut konflik ini sebagai sebuah “investasi yang bagus,” RT mencatat.

Menurut Graham, jika pemerintah Iran berhasil ditumbangkan, AS akan mendapatkan keuntungan finansial yang memecahkan rekor dan menguasai jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Target utamanya adalah penguasaan cadangan minyak. Dengan mengontrol sektor minyak Iran dan Venezuela, AS secara efektif akan menjalin kemitraan yang menguasai 31 persen cadangan minyak dunia. Graham menilai hal ini sebagai langkah untuk melemahkan posisi China.

Terkait harga minyak dunia yang melonjak hingga lebih dari Rp 1.694.000 (100 dolar AS) per barel, Donald Trump menganggapnya sebagai harga yang sangat kecil untuk dibayar demi memenangkan perang melawan Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Syarat DPR di Iran dan Indonesia, Viral Jadi Perbincangan Netizen

Beda Syarat DPR di Iran dan Indonesia, Viral Jadi Perbincangan Netizen

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17 WIB

Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar

Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09 WIB

Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini

Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:03 WIB

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01 WIB

Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh

Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:12 WIB

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:09 WIB

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:57 WIB

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:52 WIB

Tumbal Terakhir

Tumbal Terakhir

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:50 WIB

×