-
Drone presisi Iran menghantam gedung di Dubai Creek Harbour saat eskalasi regional meningkat tajam.
-
Israel memulai gelombang serangan udara besar-besaran ke Teheran sebagai balasan atas rudal Iran.
-
Garda Revolusi Iran dan Hizbullah menyerang 50 target termasuk pangkalan militer di wilayah Israel.
Sebelum balasan Israel terjadi, Garda Revolusi Iran telah lebih dulu meluncurkan operasi tempur yang melibatkan kekuatan sekutu mereka dari Lebanon.
Kelompok Hizbullah dilaporkan bahu-membahu bersama militer Iran dalam upaya menembus sistem pertahanan udara yang dimiliki oleh negara Israel.
Operasi militer yang dilakukan pada waktu dini hari tersebut diklaim merupakan strategi integrasi antara tembakan rudal balistik dan serangan drone.
Kantor berita Fars dan Tasnim melaporkan bahwa koordinasi antara Teheran dan militer Lebanon selatan ini bertujuan untuk melumpuhkan titik vital lawan.
Operasi tempur ini dikabarkan menyasar setidaknya lima puluh lokasi strategis yang tersebar di berbagai penjuru wilayah kedaulatan militer Israel.
Pangkalan militer utama di kota-kota besar seperti Haifa, Tel Aviv, hingga Beersheba menjadi fokus utama dari hantaman rudal gabungan tersebut.
Tidak hanya Israel, Garda Revolusi Iran juga dilaporkan sempat mengarahkan moncong senjata mereka ke beberapa fasilitas militer milik Amerika Serikat.
Pangkalan militer AS yang berada di Al-Kharj, Arab Saudi, serta fasilitas di Al-Azraq, Yordania, masuk dalam daftar target operasi mereka.
Meski sempat muncul sinyal peringatan bahaya di wilayah Arab Saudi, koresponden lapangan melaporkan tidak ditemukan adanya kerusakan fisik yang signifikan.
Baca Juga: Laporan Intelijen Bongkar Kondisi Parah Mojtaba Khamenei Habis Dibom Israel
Sementara itu, pihak berwenang di Yordania menegaskan bahwa wilayah kedaulatan mereka tetap aman dan tidak ada serangan yang mendarat di sana.
Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah ini kini telah berkembang menjadi perang multifront yang melibatkan berbagai faksi militer yang berbeda.
Selain berhadapan dengan Iran dan Amerika Serikat, militer Israel juga harus membagi fokus mereka untuk meredam pergerakan militan di Lebanon.
Militer Israel secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan gempuran udara terbaru yang menargetkan pusat kekuatan kelompok Hizbullah.
Operasi udara di wilayah Lebanon ini dilakukan pada hari Rabu sebagai bagian dari upaya sistematis Israel dalam melemahkan kekuatan lawan.
Pihak Tel Aviv menekankan bahwa serangan intensif tersebut ditujukan untuk menghancurkan seluruh fasilitas infrastruktur pendukung milik Hizbullah di wilayah Dahiyeh.