India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:24 WIB
India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi
Krisis gas LPG akibat konflik Timur Tengah memaksa warga India mengubah total menu makanan harian.
Baca 10 detik
  • Konflik Timur Tengah memicu kelangkaan gas memasak LPG secara nasional di seluruh India.

  • Kantin dan asrama menghapus menu teh serta masakan panas demi menghemat stok energi.

  • Restoran mulai beralih ke peralatan listrik akibat terganggunya distribusi gas lewat Selat Hormuz.

Minuman teh yang biasanya wajib tersedia kini mulai digantikan dengan air lemon yang lebih praktis.

Sup panas yang biasa disajikan saat makan siang pun kini berganti menjadi susu mentega atau dadih.

Di wilayah Tamil Nadu, persatuan pemilik asrama menginstruksikan anggotanya untuk berhenti memproduksi kopi sementara waktu.

Pembuatan roti pipih atau flatbread juga dihentikan karena proses memasaknya membutuhkan konsumsi gas yang tinggi.

Beberapa kantin menyatakan akan kembali ke menu normal setelah distribusi gas kembali stabil seperti semula.

Pihak pengelola hunian sewa terus mencari cara agar cadangan energi yang tersisa bisa bertahan lebih lama.

"Asrama kami hanya memiliki stok gas untuk sekitar 4-5 hari, dan jika mereka memasak hidangan yang mengonsumsi lebih sedikit energi, mereka mungkin dapat memperpanjang umur silinder (gas) selama dua hari lagi," kata Arunkumar DT, presiden Asosiasi Kesejahteraan Pemilik PG Bengaluru.

Keterbatasan bahan bakar ini diprediksi akan memaksa banyak restoran untuk memangkas kapasitas layanan mereka.

Analis dari Elara Securities, Karan Taurani, menyebutkan bahwa gangguan ini akan berdampak pada pesanan di platform pengiriman.

Baca Juga: Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun

Para pelanggan kemungkinan besar akan beralih ke jaringan layanan cepat yang menggunakan oven listrik.

Restoran yang mengandalkan alat penggoreng listrik dianggap lebih aman dalam menghadapi situasi krisis energi ini.

Di New Delhi, sebuah rumah makan pinggir jalan yang populer hanya mampu menyediakan menu nasi dan miju-miju.

Bahkan kantin Pengadilan Tinggi Delhi telah menghentikan layanan makanan berat dan hanya menawarkan roti lapis saja.

Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya ketahanan energi domestik terhadap gejolak politik yang terjadi di mancanegara.

Hingga kini, warga masih menunggu solusi konkret agar aktivitas dapur mereka bisa kembali normal seperti sedia kala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI