Instruksi Siaga 1 TNI Dinilai Wajar, Slamet Ginting: Bukan Persiapan Perang

Bangun Santoso

Kamis, 12 Maret 2026 | 12:54 WIB
Instruksi Siaga 1 TNI Dinilai Wajar, Slamet Ginting: Bukan Persiapan Perang
Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Doktor Slamet Ginting. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Panglima TNI menginstruksikan Siaga 1 melalui Telegram Rahasia bernomor TR/283/2026 pada 1 Maret 2026.
  • Status Siaga 1 merupakan kewaspadaan strategis, bukan persiapan perang, akibat ketegangan geopolitik global.
  • Meskipun rahasia, telegram tersebut terekspos, dan keputusan ini diduga telah dikoordinasikan dengan Presiden.

Suara.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menginstruksikan seluruh jajaran prajuritnya untuk masuk ke status Siaga 1. Perintah ini tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) bernomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI, Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Doktor Slamet Ginting dalam sebuah podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV, mengungkapkan bahwa status siaga 1 ini bukanlah hal baru dalam praktik militer.

Menurutnya, langkah tersebut lazim diterapkan dalam situasi tertentu, seperti pergantian kepemimpinan nasional atau meningkatkan potensi ancaman keamanan.

“Bagi saya sebenarnya Siaga 1 itu bukan hal yang aneh, bukan hal yang baru. Jadi dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional tanpa orang tahu itu sesungguhnya Siaga 1 karena jangan sampai ada sabotase, ada pergantian yang batal segala macam,” ujar Slamet Ginting, dikutip Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kondisi serupa juga pernah diterapkan sebelumnya, misalnya ketika Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman terorisme.

Namun kali ini, perhatian publik meningkat karena telegram yang bersifat rahasia tersebut justru beredar di ruang publik.

“Yang menarik adalah telegram rahasia tapi terekspos. Artinya memberikan pemahaman kepada publik ada apa status yang menandakan meningkatnya kewaspadaan negara terhadap dinamika politik global,” katanya.

Dipicu ketegangan geopolitik global

Lebih lanjut, Slamet menilai peningkatan status kewaspadaan militer tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya ketegangan geopolitik internasional, khususnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan beberapa negara besar.

baca juga

“Langkah ini tidak bisa dilepaskan dari konflik regional terutama di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran,” jelasnya.

Meski jarak geografis konflik tersebut jauh dari Asia Tenggara, dampaknya dinilai tetap dapat dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari aspek keamanan hingga stabilitas politik.

“Memang secara geografis jarak pusat konflik dengan kita di Asia Tenggara cukup jauh, tapi dampak politik, dampak keamanan, dampak psikologis masyarakat dari perang tersebut tetap akan mewarnai dan berpotensi merembet ke kawasan Asia Tenggara,” katanya.

Ia menegaskan bahwa status Siaga 1 bukan berarti Indonesia bersiap menghadapi perang, melainkan bentuk kewaspadaan strategis.

“Bukan indikasi bahwa Indonesia sedang menghadapi perang, bukan berarti Siaga 1 persiapan perang, tidak. Itu menjaga kewaspadaan nasional,” ujarnya.

Koordinasi dengan presiden

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?

Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 22:31 WIB

Puan Maharani Minta Penjelasan TNI soal Penetapan Status Siaga 1 di Tengah Konflik Global

Puan Maharani Minta Penjelasan TNI soal Penetapan Status Siaga 1 di Tengah Konflik Global

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:35 WIB

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:16 WIB

TB Hasanuddin Sebut Pengumuman Siaga 1 TNI Aneh: Bikin Rakyat Gelisah

TB Hasanuddin Sebut Pengumuman Siaga 1 TNI Aneh: Bikin Rakyat Gelisah

News | Senin, 09 Maret 2026 | 14:48 WIB

Panglima TNI Diminta Terangkan Status Siaga 1 Secara Transparan Agar Tak Picu Spekulasi Publik

Panglima TNI Diminta Terangkan Status Siaga 1 Secara Transparan Agar Tak Picu Spekulasi Publik

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 18:43 WIB

TNI Siaga 1 Hadapi Dampak Perang Iran, Simak 7 Perintah Panglima Jenderal Agus Subiyanto

TNI Siaga 1 Hadapi Dampak Perang Iran, Simak 7 Perintah Panglima Jenderal Agus Subiyanto

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 10:55 WIB

Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1

Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 08:48 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×