Rudal Kiamat Iran Tembus Israel, Kecepatan Hipersonik Fattah dan Sejjil Jadi Ancaman Utama

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:26 WIB
Rudal Kiamat Iran Tembus Israel, Kecepatan Hipersonik Fattah dan Sejjil Jadi Ancaman Utama
Rudal Kiamat Iran
  • Iran menggunakan strategi serangan saturasi untuk membanjiri sistem pertahanan udara Israel secara serentak.

  • Rudal hipersonik seperti Fattah memiliki kecepatan tinggi yang sulit dideteksi oleh radar konvensional.

  • Teheran memiliki gudang senjata balistik terbesar di Timur Tengah dengan jangkauan ribuan kilometer.

Suara.com - Ketangguhan sistem pertahanan udara milik Israel kini mendapatkan tantangan serius dari kekuatan persenjataan Iran.

Berbagai proyektil yang diluncurkan dalam eskalasi terbaru membuktikan bahwa benteng langit Israel tidak sepenuhnya kedap serangan.

Meskipun Tel Aviv mengandalkan teknologi berlapis seperti Iron Dome dan Arrow, kenyataannya sejumlah hulu ledak tetap mendarat.

Keberhasilan penetrasi ini diyakini oleh para pengamat militer sebagai hasil dari kombinasi taktik dan teknologi mutakhir.

Volume serangan yang masif serta penggunaan rudal generasi terbaru menjadi faktor penentu dalam menembus barikade pertahanan tersebut.

Iran saat ini diakui memiliki koleksi rudal balistik paling ekstensif di seluruh kawasan Timur Tengah.

Kemampuan jangkauan senjata mereka tercatat melampaui angka 1.000 kilometer yang sanggup menjangkau titik manapun di Israel.

Salah satu metode yang digunakan untuk melumpuhkan radar lawan adalah dengan menerapkan taktik serangan saturasi.

Strategi ini bekerja dengan cara meluncurkan ratusan rudal secara serentak guna membingungkan sistem komputer pertahanan musuh.

Kondisi tersebut memaksa unit interseptor seperti Iron Dome untuk bekerja ekstra keras dalam menentukan prioritas target.

Kecepatan menjadi variabel krusial mengapa banyak proyektil Iran gagal dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.

Beberapa jenis rudal yang dikerahkan memiliki kemampuan melesat hingga level hipersonik atau di atas Mach 5.

Waktu respons bagi unit pertahanan otomatis menjadi sangat sempit begitu radar mendeteksi adanya peluncuran dari jarak jauh.

Bukan hanya soal kecepatan, kemampuan manuver pada fase akhir penerbangan membuat lintasan rudal sangat sulit diprediksi.

Hal ini secara teknis membuat proses penguncian target oleh rudal pencegat menjadi jauh lebih rumit dan penuh risiko.

Senjata ini menggunakan teknologi bahan bakar padat dua tahap yang memungkinkan proses peluncuran dilakukan dalam waktu sangat singkat.

Dengan daya jangkau mencapai 2.500 kilometer, Sejjil mampu membawa beban hulu ledak yang sangat masif seberat 1.500 kilogram.

Di sisi lain, militer Iran juga masih mengandalkan eksistensi "Shahab-3 missile" sebagai tulang punggung kekuatan serangan udara mereka.

Varian Shahab-3 yang telah dimodernisasi kini memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih presisi dibandingkan dengan versi awal tahun 2000-an.

Terobosan terbaru yang paling disoroti adalah kemunculan Fattah yang diklaim sebagai rudal hipersonik pertama milik pemerintah Iran.

Rudal ini dirancang khusus untuk memiliki kemampuan manuver tinggi agar bisa mengecoh sensor canggih milik sistem Arrow.

Keberadaan "kota rudal" yang terletak jauh di bawah tanah juga memberikan keuntungan strategis bagi kesiapan tempur mereka.

Fasilitas bunker tersembunyi tersebut melindungi ribuan stok proyektil dari risiko serangan udara preventif pihak lawan.

Hingga saat ini, distribusi arsenal yang tersebar luas membuat kapasitas serangan jarak jauh Iran tetap berada pada level tertinggi.

Kombinasi antara rudal Sejjil, Shahab-3, dan Fattah telah mengubah peta kekuatan militer di wilayah Timur Tengah secara signifikan.

Kemampuan menembus sistem pertahanan yang dianggap terbaik di dunia memberikan pesan kuat mengenai kemajuan teknologi militer Teheran.

Dinamika konflik diprediksi akan semakin sensitif seiring dengan terus berkembangnya inovasi pada hulu ledak dan sistem navigasi.

Jika ketegangan tidak mereda, potensi penggunaan senjata jarak jauh akan menjadi kunci utama dalam menentukan hasil akhir bentrokan.

Israel kini harus melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas sistem interseptor mereka menghadapi ancaman gelombang rudal hipersonik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Kilang ke Meja Makan: Bagaimana Konflik Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Pangan

Dari Kilang ke Meja Makan: Bagaimana Konflik Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Pangan

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:18 WIB

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:03 WIB

Tiarap! Eks Intel US Army Bongkar Jenis Drone Kamikaze Iran Bisa Hantam Jantung AS

Tiarap! Eks Intel US Army Bongkar Jenis Drone Kamikaze Iran Bisa Hantam Jantung AS

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:01 WIB

Terkini

Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?

Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:36 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh

Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:30 WIB

Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung

Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:21 WIB

Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik

Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:13 WIB

Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan

Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:08 WIB

Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo

Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:01 WIB

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:58 WIB

Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?

Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:55 WIB

Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR

Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:53 WIB

Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun

Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:50 WIB