Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur

Bangun Santoso

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB
Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur
Mantan Pilot Tempur F-16 TNI AU, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati. (bidik layar video kanal YouTube Forum Keadilan TV)
baca 10 detik
  • Kerusakan infrastruktur Israel akibat serangan Iran adalah nyata, terungkap melalui kesaksian warga asing meski pemerintah menerapkan sensor informasi ketat.
  • Eskalasi konflik memicu kepanikan AS terindikasi dari peringatan keluar dari Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia hingga \$150 per barel.
  • Iran memenangkan perang informasi dan menguasai posisi tawar geopolitik signifikan dengan mengancam penutupan jalur vital Selat Hormuz.

Suara.com - Di tengah simpang siurnya video yang beredar di media sosial, teka-teki mengenai seberapa parah kerusakan di Israel akibat serangan Iran akhirnya mulai terkuak.

Pemerintah Israel diketahui menerapkan media blackout atau sensor ketat terkait informasi kerusakan, namun kesaksian dari warga negara asing yang keluar dari negara tersebut membuktikan sebaliknya.

Fakta ini diungkapkan oleh Mantan Pilot Tempur F-16 TNI AU, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati. Menurutnya, meski ada sebagian video yang direkayasa, kerusakan infrastruktur di Israel adalah nyata.

"Kerusakan itu sebagian riil. Memang ada media blackout di sana karena ancaman hukuman. Tapi sekarang sudah mulai keluar kesaksian-kesaksian, misalnya dari orang India yang pulang ke negerinya," ungkap Agung dalam sebuah wawancara podcast, baru-baru ini.

“Kerusakan itu sebagian real, sebagian lagi mungkin buatan ya. Tetapi memang ada media blackout di sana yang membuat tidak bisa orang mendapatkan data atau mengirim data karena ancaman hukuman,” ungkap Agung dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Kamis (12/3/2026).

Agung juga membeberkan taktik militer Israel yang sengaja menyembunyikan fasilitas vital mereka. Ia menegaskan bahwa rudal-rudal Iran sejatinya hanya menargetkan fasilitas militer atau pejabat.

“Rupanya banyak dari bunker--bunker itu bunker--bunker pemerintah ya khususnya atau pemiliter itu di letak di tengah-tengah tempat penduduk. Mungkin tujuannya untuk deception ya biar orang enggak mau menyangka apa,” ujarnya.

Kepanikan Amerika Serikat dan Naiknya Harga Minyak

Eskalasi konflik ini ternyata memukul telak Amerika Serikat (AS) dari berbagai sisi: diplomasi, militer, hingga ekonomi. Indikasi kepanikan AS terlihat jelas ketika Kementerian Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan via media sosial X, meminta seluruh warga sipilnya segera keluar dari Timur Tengah.

baca juga

“Artinya dia nggak menjamin keamanan warga negaranya. Negara ini tidak sanggup menjamin warga negaranya keluar dari Timur Tengah di mana pun itu padahal ya situasinya baik-baik saja,” ungkap Agung.

Di sektor ekonomi, serangan presisi di Timur Tengah langsung memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus angka 150 per barel. Efek domino ini langsung memukul harga BBM di dalam negeri AS dan memicu ketidakpuasan rakyat.

Menurut Agung, situasi ini menjadi simalakama bagi para politisi di AS, terutama menjelang Pemilu November mendatang. Para senator dan politisi kini terjepit antara terus mendukung Israel karena dorongan donor politik, atau mendengarkan konstituen mereka yang marah akibat meroketnya biaya hidup.

Perang Informasi dan Kartu Truf di Selat Hormuz

Kegagalan Israel membuka informasi justru menjadi bumerang. Iran memenangkan "perang informasi" dengan leluasa menyebarkan narasi ke dalam negeri Israel, menghasut rakyat Israel agar menekan pemerintah mereka sendiri untuk segera menghentikan perang.

Tak hanya itu, secara geopolitik, AS makin terisolasi. Negara-negara Teluk menolak bergabung dengan AS, sementara kekuatan besar seperti Rusia, China, dan Pakistan secara terang-terangan merapat ke kubu Iran.

Di sisi militer, meski angkatan laut Iran mungkin menjadi target gempuran, Teheran masih memegang "kartu truf" yang mematikan, yaitu Selat Hormuz.

Agung menjelaskan, Iran tidak butuh armada laut besar untuk menutup selat sempit yang lebarnya hanya sekitar 33 km tersebut. Mereka cukup menempatkan ranjau laut atau menembakkan rudal panggul dari daratan.

"Nggak perlu rudal yang gede-gede cukup rudal panggul saja sudah bisa untuk jebol kapal," tegas Agung.

Kondisi inilah yang membuat posisi tawar Iran melonjak tajam. Mengendalikan jalur nadi ekonomi global membuat Iran bisa mendikte negara-negara lain. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti

Bola | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:58 WIB

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:39 WIB

Rudal Kiamat Iran Tembus Israel, Kecepatan Hipersonik Fattah dan Sejjil Jadi Ancaman Utama

Rudal Kiamat Iran Tembus Israel, Kecepatan Hipersonik Fattah dan Sejjil Jadi Ancaman Utama

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:26 WIB

Dari Kilang ke Meja Makan: Bagaimana Konflik Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Pangan

Dari Kilang ke Meja Makan: Bagaimana Konflik Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Pangan

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:18 WIB

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:03 WIB

Tiarap! Eks Intel US Army Bongkar Jenis Drone Kamikaze Iran Bisa Hantam Jantung AS

Tiarap! Eks Intel US Army Bongkar Jenis Drone Kamikaze Iran Bisa Hantam Jantung AS

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:01 WIB

Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru

Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:44 WIB

Terkini

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA

Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA

Jakarta | Senin, 27 Juli 2026 | 23:29 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:30 WIB

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:23 WIB

×