Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati

Bernadette Sariyem

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:55 WIB
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Ilustrasi - Kolase foto Drone Shahed Iran (kiri) dan PowerPoint Microsoft. [Suara.com]
  • Pemerintah Ukraina menawarkan teknologi pertahanan drone teruji mereka kepada Amerika Serikat tujuh bulan sebelum konflik Timur Tengah memanas.
  • Pemerintahan Donald Trump mengabaikan presentasi detail solusi pertahanan drone Ukraina, yang kini dianggap kesalahan taktis besar.
  • AS kini terpaksa meminta bantuan Kyiv untuk mengatasi lonjakan serangan drone Iran yang menyebabkan kerugian signifikan pada aset mereka.

Suara.com - Sekitar tujuh bulan lalu, jauh sebelum ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih sebagai perang, pemerintah Ukraina sebenarnya telah mencoba menawarkan solusi mutakhir kepada Amerika Serikat.

Teknologi yang mereka tawarkan bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan sistem pertahanan yang telah teruji di medan perang untuk menjatuhkan drone tempur buatan Iran.

Laporan eksklusif dari Axios, dikutip hari Kamis (12/3/2026), mengungkapkan pejabat Ukraina bahkan menyiapkan presentasi PowerPoint yang menunjukkan secara detail bagaimana teknologi mereka dapat melindungi pasukan AS dan sekutunya dalam perang melawan Iran.

Namun, alih-alih menerima kerja sama tersebut, pemerintahan Donald Trump justru mengabaikan tawaran tersebut.

Serangan drone milik Iran yang menghantam Dubai, UEDA memicu kepanikan di kota yang selama ini dikenal sebagai surga bebas pajak. [Tangkap layar X]
Serangan drone milik Iran yang menghantam Dubai, UEDA memicu kepanikan di kota yang selama ini dikenal sebagai surga bebas pajak. [Tangkap layar X]

Kini, setelah agresi militer terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu, Gedung Putih terpaksa menjilat ludah sendiri.

Lonjakan serangan drone Iran yang lebih besar dari perkiraan telah memaksa AS untuk berbalik arah dan memohon bantuan teknologi kepada Kyiv.

'Kesalahan Taktis Terbesar' Pemerintahan Trump

Penolakan terhadap tawaran Ukraina kini dianggap sebagai salah satu kesalahan perhitungan taktis terbesar oleh pemerintahan Trump sejak pemboman terhadap Iran dimulai.

Drone Shahed buatan Iran yang relatif murah, telah dikaitkan dengan kematian tujuh tentara AS dan menghabiskan jutaan dolar biaya intersepsi bagi Pakde Sam dan sekutu regionalnya.

Seorang pejabat AS mengakui besarnya lubang dalam strategi pertahanan mereka.

“Bila ada kesalahan taktis atau kekeliruan yang kami buat menjelang (perang di Iran) ini, inilah dia,” aku seorang pejabat AS.

Ukraina saat ini merupakan negara paling berpengalaman di dunia dalam memerangi drone Shahed, yang dibeli dan direproduksi oleh Rusia dalam jumlah ribuan untuk invasinya.

Kyiv telah mengembangkan drone pencegat berbiaya rendah, sensor khusus, dan pertahanan udara yang efektif untuk merontokkan drone gaya Shahed dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan rudal konvensional AS yang mahal.

Presentasi yang Terabaikan di Ruang Oval

Dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih pada 18 Agustus, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara pribadi menawarkan drone pencegat tersebut kepada Presiden Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun

Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 22:30 WIB

Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat

Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:01 WIB

Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?

Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:09 WIB

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:39 WIB

Kata-kata Tajam di Patung Mesra Trump-Epstein: Persahabatan yang Dibangun dari Pesta Liar

Kata-kata Tajam di Patung Mesra Trump-Epstein: Persahabatan yang Dibangun dari Pesta Liar

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:18 WIB

Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru

Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:44 WIB

Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin

Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin

Video | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar

Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:48 WIB

Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur

Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:45 WIB

Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!

Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:30 WIB

Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo

Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:18 WIB

Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras

Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:13 WIB

Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M

Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB

Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan

Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:47 WIB

Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap

Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:41 WIB

Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM

Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:40 WIB

Ketua Harian Dekranas Tri Tito: Publikasi yang Baik Kunci Memperluas Gaung Kerajinan Nasional

Ketua Harian Dekranas Tri Tito: Publikasi yang Baik Kunci Memperluas Gaung Kerajinan Nasional

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:34 WIB