Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:09 WIB
Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
Iran masih leluasa mengekspor minyak mentah dan gas ke China melalui Selat Hormuz. Di saat yang sama militer Iran menyerang kapal-kapal tanker negara lain di perairan tersebut. Foto: Ilustrasi kapal tanker. (Antara)
  • Iran terus ekspor minyak ke Tiongkok melalui Selat Hormuz meski jalur laut strategis itu diserang sejak 28 Februari.
  • Eksportasi minyak Iran, yang didukung armada gelap, berkisar 13,7 hingga 16,5 juta barel sejak konflik dimulai.
  • AS belum blokade tanker Iran karena khawatir akan pemicuan penutupan total Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak.

Suara.com - Iran masih terus mengekspor minyak ke China melalui Selat Hormuz di Teluk Persia ketika negara-negara produsen minyak lain di kawasan tersebut kesulitan mengirim minyak mereka ke negara-negara tujuan akibat serangan di jalur laut strategis itu.

Para analis bertanya-tanya, mengapa Amerika Serikat tidak melakukan blokade laut terhadap Iran seperti yang dilakukan terhadap rezim Nicolas Maduro di Venezuela. Diduga Presiden Donald Trump tak punya cukup nyali.

Apa yang terjadi di Teluk Persia dan Selat Hormuz?

Sejauh ini sudah 6 buah kapal pengangkut minyak diserang di Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sementara itu pasukan Garda Revolusi Iran juga disebut sudah memasang ranjau laut di sekitar Selat Hormuz, yang lebarnya hanya sekitar 54 km itu.

Adapun harga minyak dunia pada Kamis (12/3/20260 sudah naik lagi mencapai 100 dolar AS per barel. Iran pekan ini memperingatkan dunia untuk bersiap menghadapi harga minyak di angka 200 dolar AS per barel jika Donald Trump dan Benyamin Netanyahu tidak menghentikan agresi mereka.

Seperti dilansir Reuters dari TankerTrackers.com - sebuah perusahaan intelijen maritim yang piawai melacak armada gelap alias shadow fleet - Iran telah mengekspor sekitar 13,7 juta barel minyak sejak 28 Februari lalu.

Shadow fleet adalah armada kapal penyelundup minyak untuk menghindari sanksi, biasanya dengan menggunakan bendera negara lain, mematikan transponder kapal sehingga tak bisa dilacak atau melakukan transfer muatan di tengah laut. Rusia, Iran dan Venezuela banyak menggunakan armada gelap ini untuk menjual minyak mereka.

Sementara Kpler, perusahaan analitik yang memantau lalu-lintas kapal global, mengatakan 16,5 juta barel minyak sudah diekspor Iran selama 11 hari pertama perang.

Jumlah ini tak jauh berbeda dengan besaran minyak mentah yang diekspor Iran ke China di periode normal sebelum perang.

Diperkirakan ekspor minyak Iran, yang duitnya sangat penting untuk membiayai perang yang sedang berlangsung, akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Beberapa kapal tanker raksasa diketahui masih menunggu muatan di dari terminal minyak terbesar Iran di Pulau Kharg. Terminal ini bisa mengisi hingga 7 juta barel per hari.

Enam tanker minyak mentah diketahui sudah meningalkan Iran sejak 28 Februari lalu, termasuk satu kapal tanker raksasa dan dua kapal pengangkut gas yang sebenarnya sudah dikenai sanksi oleh AS. Tiga kapal itu meninggalkan Iran dan melewati Selat Hormuz pada pekan ini.

Kapal-kapal ini punya pola yang seragam: berlayar di dalam Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Iran yang membentang 24 mil dari garis pantai sehingga masih bisa dilindungi jika diserang oleh pihak lain.

Mengapa Trump diam saja?

Bebasnya Iran mengekspor minyak menjadi pertanyaan besar para analis. Ini berbeda dengan ketika AS memblokade Venezuela dan merampas kapal-kapal pengangkut minyak yang hendak mengekspor minyak ke China.

Di saat yang sama, militer Iran terus menyerang kapal-kapal minyak negara lain di Selat Hormuz. Pada pekan ini dua kapal meledak dan terbakar di dekat Irak, diduga karena serangan perahu drone Iran. Sementara sebuah kapal minyak Thailand juga diserang oleh Garda Revolusi di perairan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:54 WIB

Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik

Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:06 WIB

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:05 WIB

Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin

Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin

Video | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB

Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?

Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 14:23 WIB

Terkini

Larangan Total Vape Dinilai Berisiko Ganggu Iklim Investasi

Larangan Total Vape Dinilai Berisiko Ganggu Iklim Investasi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:20 WIB

Target Harga Saham BCA Berubah Jadi Segini

Target Harga Saham BCA Berubah Jadi Segini

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:14 WIB

Bukan Energi Listrik Saja, Ini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ekonomi Rakyat

Bukan Energi Listrik Saja, Ini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ekonomi Rakyat

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 23:50 WIB

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 19:39 WIB

BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram

BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak

Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 17:05 WIB

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:42 WIB

Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was

Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:35 WIB

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:23 WIB

Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!

Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:20 WIB