-
Militer Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan udara Palmachim dan Ovda Israel.
-
Pasukan Quds bersumpah melakukan pembalasan tanpa henti hingga musuh mereka benar-benar terkalahkan.
-
Serangan ini menyasar markas besar Shin Bet sebagai balasan atas agresi bulan lalu.
Suara.com - Kota Yerusalem mendadak diliputi ketegangan luar biasa setelah serangkaian suara ledakan hebat memecah keheningan pada Kamis (12/3).
Pemicu kekacauan ini berasal dari deteksi dini militer Israel (IDF) terhadap proyektil mematikan yang meluncur dari wilayah Iran.
Pihak keamanan di Tel Aviv segera mengaktifkan protokol pertahanan udara untuk membentengi wilayah kedaulatan mereka dari ancaman udara.
Sistem intersepsi canggih bekerja keras di atas langit untuk menghalau serangan yang masuk ke pusat-pusat populasi penting.
Kondisi darurat ini dikonfirmasi langsung melalui saluran resmi militer Israel yang memantau pergerakan senjata dari Teheran tersebut.
"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian unggahan militer di Telegram.
Laporan dari berbagai media internasional seperti Al Arabiya dan AFP turut memvalidasi eskalasi besar-besaran di wilayah Timur Tengah ini.
Di sisi lain, pihak Teheran tidak menampik keterlibatan mereka dalam operasi udara yang cukup masif tersebut.
Militer Iran justru secara terbuka mengakui bahwa mereka telah membidik beberapa aset vital milik otoritas keamanan Israel.
Baca Juga: Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
Target utama dari serangan ini mencakup pangkalan udara strategis serta kantor pusat intelijen dalam negeri yang sangat rahasia.
"Pangkalan udara Palmachim dan Ovda milik rezim Zionis serta markas besar Shin Bet menjadi sasaran drone dari militer Republik Islam Iran," kata militer Iran dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.
Penggunaan pesawat tanpa awak atau drone menjadi instrumen utama dalam upaya Iran melumpuhkan kekuatan pertahanan musuhnya.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari pola konfrontasi terbuka yang melibatkan banyak pihak di kawasan sensitif tersebut.
Sebelumnya, Iran juga diketahui telah melakukan serangan serupa terhadap instalasi militer milik Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Rentetan serangan ini dipicu oleh operasi militer gabungan AS dan Israel yang menyasar target di daratan Iran bulan lalu.