Suara.com - Imbas terbatasnya pasokan gas cair (LPG), sejumlah restoran di India berhenti menyajikan makanan panas. Air lemon dan camilan simpel kini jadi andalan baru bagi pelanggan.
Dampak krisis gas pada restoran di India
Di beberapa restoran India, makanan dan minuman panas, bahkan teh, telah menghilang dari menu dan digantikan oleh makanan cepat saji dan air lemon karena terbatasnya gas masak.
Juru masak harus memasak menu yang lebih sederhana dan menggunakan lebih sedikit bahan bakar agar persediaan gas cair (LPG) mereka bertahan lebih lama.
Krisis pasokan ini terjadi akibat terhentinya lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz akibat perang Iran, yang meningkatkan biaya energi dan transportasi, serta menghambat produksi dari produsen minyak dan gas dari Timur Tengah.
India, importir LPG terbesar kedua di dunia, telah memerintahkan kilang minyak menggenjot produksi, namun kantin dan asrama mengatakan pasokan tetap terbatas, sehingga memaksa perubahan menu.
"
"Persediaan gas di hostel kami tinggal sekitar 4-5 hari lagi, dan dengan masak makanan hemat energi, mungkin dapat memperpanjang masa pakai tabung gas dua hari lagi," kata Arunkumar DT, presiden Asosiasi Kesejahteraan Pemilik Hostel Bengaluru.
"
Netanyahu ancam pemimpin Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan konferensi pers pertamanya sejak perang dimulai.
Dalam konferensi pers tersebut, ia secara terselubung mengancam akan membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Kamenei.
"Kami telah melenyapkan tiran lama, dan tiran baru, boneka Garda Revolusi, tidak dapat menunjukkan wajahnya di depan umum," katanya.
Ketika ditanya tentang tindakan apa yang mungkin diambil Israel terhadap Khamenei dan pemimpin Hizbullah Naim Qassem, Netanyahu mengatakan:
"Saya tidak akan memberikan polis asuransi jiwa kepada pemimpin organisasi teroris mana pun… Saya tidak bermaksud memberikan pesan yang pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan."
Djokovic kalah dalam turnamen Indian Wells
Petenis peringkat tiga dunia Novak Djokovic kalah dari juara bertahan Jack Draper dalam pertandingan babak keempat yang menegangkan di turnamen bergengsi Indian Wells.
Djokovic, juara lima kali di ajang ATP Masters 1000, bangkit di set ketiga dengan mematahkan servis Draper ketika petenis Inggris unggulan ke-14 itu melakukan servis untuk memenangkan pertandingan pada kedudukan 5-4.
Kumpulan Kuis Menarik
Terkait
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:07 WIB
India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi
News | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:24 WIB
Terkini
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB