- KPK melakukan OTT di Kabupaten Cilacap pada Jumat (13/3/2026), mengamankan Bupati Syamsul Auliya Rachman.
- Syamsul Auliya Rachman adalah Bupati Cilacap yang baru dilantik Presiden pada 20 Februari 2025.
- LHKPN Syamsul menunjukkan total kekayaan Rp11,2 Miliar, mayoritas aset berupa hibah tanpa akta.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT), kali ini menyasar wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (13/3/2026) hari ini.
Dalam operasi senyap tersebut, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman turut diringkus oleh penyidik.
“Benar (OTT Bupati Cilacap),” kata Fitroh kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Sejauh ini, proses penindakan masih terus bergulir. Pihak lembaga antirasuah tersebut belum membeberkan secara detail mengenai konstruksi perkara maupun tindak pidana korupsi yang tengah diusut.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Syamsul Auliya Rachman? Berikut profil dan rekam jejaknya.
Dari Ajudan Menuju Kursi Bupati
Ia lahir di Cilacap pada 30 November 1985, Syamsul Auliya Rachman dikenal sebagai putra daerah yang meniti karir dari bawah di lingkungan birokrasi.
Suami dari Ira Tanti ini menghabiskan masa sekolahnya di kampung halaman, mulai dari SDN Tritih Wetan 1, SMPN 5 Cilacap, hingga SMAN 1 Cilacap.
Kariernya di pemerintahan mulai terbentuk saat ia menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan lulus pada 2008.
Tak puas dengan gelar sarjana, ia kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan merengkuh gelar doktor dari almamaternya, IPDN.
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), karir Syamsul terbilang bagus. Menariknya, pada periode 2009-2012, ia pernah bertugas sebagai ajudan Bupati Cilacap kala itu, Tatto Suwarto Pamuji.
Setelah itu, ia dipercaya menduduki jabatan strategis seperti Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Kecamatan Kedungreja (2012-2013) dan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Otonomi Daerah dan Kerja Sama Pemkab Cilacap (2013-2016).
Lompatan besar dalam hidupnya terjadi jelang Pilkada 2017. Mantan bosnya, Tatto Suwarto Pamuji, meminang Syamsul yang notabene mantan ajudannya untuk menjadi Calon Wakil Bupati. Kemudian pasangan ini menang, dan Syamsul resmi menjabat Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022.
Puncak karier politiknya diraih pada Pilkada 2024. Menggandeng politikus Golkar, Ammy Amalia Fatma Surya, Syamsul maju sebagai Calon Bupati Cilacap.
Syamsul baru saja dilantik sebagai Bupati Cilacap 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 lalu.
Kiprah Politik di PKB
Di luar birokrasi, Syamsul juga membangun kekuatan di kancah politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia dipercaya memegang kendali partai di daerahnya dengan menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021-2026.
Belakangan, ia kembali terpilih menjadi Ketua DPC PKB Cilacap untuk periode 2024-2029.
Harta Kekayaan
Sebagai pejabat publik, Syamsul tercatat telah melaporkan harta kekayaannya kepada negara. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke KPU pada 18 Agustus 2024, total kekayaan Syamsul mencapai Rp11,2 Miliar tanpa memiliki utang sepeser pun.
Namun, ada hal menarik dari rincian kekayaan tersebut. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan di Cilacap senilai total Rp 8,15 miliar. Ironisnya, aset tanah dan bangunan senilai Rp8 miliar tersebut tercatat berstatus "Hibah Tanpa Akta".
Hal serupa juga terlihat pada aset kendaraannya. Syamsul melaporkan kepemilikan tiga unit mobil pabrikan Toyota dengan total nilai Rp1,93 miliar. Dari ketiga mobil tersebut, dua di antaranya adalah Toyota Minibus 2021 senilai Rp1 miliar dan Toyota SUV 2024 senilai Rp580 juta juga berstatus Hibah Tanpa Akta.
Sementara sisa kekayaannya tersebar dalam bentuk harta bergerak lainnya Rp250 juta, kas dan setara kas Rp385 juta, serta harta lainnya senilai Rp500 juta. (Tsabita Aulia)