Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran

Bernadette Sariyem

Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:00 WIB
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan).
baca 10 detik
  • Perubahan rezim di Iran sulit tercapai tanpa intervensi darat masif, menguatkan posisi kekuasaan mereka saat ini.
  • Terdapat keretakan strategi antara AS dan Israel, fokus Washington pada ekonomi versus fokus Tel Aviv pada militer.
  • Eskalasi konflik memicu kenaikan harga bensin di AS sebesar 60 sen, memaksa pelepasan cadangan minyak strategis.

Suara.com - Eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini memasuki fase yang semakin rumit dan mengkhawatirkan bagi stabilitas ekonomi dunia.

Di tengah dentuman rudal dan serangan udara, realitas pahit mulai muncul ke permukaan: harapan untuk melihat perubahan rezim di Teheran dalam waktu dekat hanyalah angan-angan kosong.

Analisis intelijen dan laporan terbaru menunjukkan bahwa tanpa intervensi militer darat yang masif, kekuasaan di Iran tetap kokoh.

Bahkan, mengutip Middle East Monitor, Presiden AS Donald Trump sudah memberikan waktu satu pekan ke depan agar partnernya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, untuk menyelesaikan perang.

Sebab, mengutip sumber yang sangat memahami dinamika Timur Tengah menyebutkan, perubahan rezim di Teheran tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Hal ini dikarenakan skenario tersebut "akan memerlukan agresi militer darat atau terdapat protes sipil berskala besar. Tapi keduanya tak mungkin terjadi saat ini."

Ketangguhan struktur kekuasaan di Iran ini menjadi hambatan besar bagi agenda koalisi AS-Israel yang awalnya memprediksi keruntuhan cepat pemerintahan Teheran.

Perpecahan Visi Washington dan Tel Aviv

Di balik persatuan militer di lapangan, keretakan strategis mulai terlihat antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

baca juga

Keduanya memiliki prioritas yang sangat berbeda dalam memandang konflik ini.

Washington saat ini berada dalam tekanan domestik yang luar biasa karena dampak ekonomi, sementara Israel tetap fokus pada penghancuran infrastruktur militer lawan.

Sumber internal menyatakan, pemerintahan AS terutama khawatir tentang dampak konflik terhadap harga minyak dan ekonomi global.

Sebaliknya, Israel mengklaim operasi militernya telah mencapai keuntungan yang signifikan secara taktis di lapangan.

Perbedaan cara pandang ini membuat strategi jangka panjang koalisi menjadi bias dan tidak sinkron, terutama dalam menghadapi ketahanan ekonomi yang mulai rapuh.

Laporan dari Politico semakin memperkeruh suasana, dengan mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump belum melakukan penilaian menyeluruh tentang konsekuensi konflik dengan Iran ketika pertama kali melancarkan konfrontasi tersebut.

Pengabaian terhadap risiko ekonomi ini kini menjadi senjata makan tuan bagi posisi politik Trump di dalam negeri.

Kenaikan Harga Bensin dan Janji Kemakmuran yang Kandas

Kesalahan kalkulasi Trump terhadap respons pasar energi telah memicu guncangan hebat bagi warga Amerika.

Meskipun tingkat produksi minyak di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi, hal itu tidak cukup untuk membendung kenaikan harga akibat ketidakpastian di Teluk Persia.

Para ahli ekonomi secara blak-blakan menyebut pemerintahan Trump meremehkan dampak konfrontasi tersebut terhadap pasar global.

Kegagalan antisipasi ini menyebabkan harga bensin naik 60 sen per galon dalam waktu kurang dari dua minggu.

Angka ini merupakan lonjakan tercepat dalam sejarah modern AS selama konflik berlangsung.

Situasi ini telah menempatkan janji kampanye Trump tentang "zaman keemasan kemakmuran" dalam konflik langsung dengan inflasi yang meningkat tajam di seluruh negeri.

Warga Amerika di kota-kota besar kini mulai merasakan dampak langsung dari kebijakan luar negeri yang agresif tersebut, yakni meroketnya biaya hidup.

Ketidakpuasan publik ini menjadi ancaman serius bagi narasi ekonomi yang dibangun oleh pemerintahan Trump sejak awal menjabat.

Langkah Darurat Pelepasan Cadangan Minyak

Menyadari pasar global yang mulai panik, Trump mencoba mengambil langkah-langkah darurat untuk menstabilkan harga.

Namun, langkah ini dinilai terlambat oleh banyak pengamat. Upaya komunikasi yang dilakukan oleh Menteri Energi Chris Wright sebelumnya gagal total dalam meyakinkan para investor global.

Sebagai respons terakhir, Trump mencoba menenangkan kekhawatiran pasar dengan memerintahkan pelepasan 172 juta barel dari cadangan minyak strategis (SPR) Amerika Serikat.

Namun, para analis pasar meragukan langkah ini akan memberikan efek jangka panjang jika jalur navigasi di Selat Hormuz tetap berada dalam ancaman gangguan militer.

Situasi domestik Trump semakin dipojokkan oleh serangan politik dari dalam negeri sendiri.

Gubernur California, yang dikenal sebagai kritikus keras kebijakan pemerintah pusat, secara terbuka menuding bahwa ada pihak-pihak di lingkaran dalam Trump yang justru mendapatkan keuntungan besar dari kenaikan harga minyak yang terjadi saat ini.

Dilema Militer dan Ekonomi

Tanpa adanya protes internal skala besar di Iran, AS dan Israel kini berada di persimpangan jalan.

Mempertahankan tekanan militer berarti siap menghadapi lonjakan harga energi yang lebih ekstrem, sementara menarik diri akan dianggap sebagai kekalahan strategis di mata internasional.

Teheran tampaknya menyadari betul posisi tawar mereka melalui kontrol terhadap pasokan energi dunia.

Ketidakmampuan Washington untuk memprediksi ketahanan rezim Iran, dan dampak ekonomi global dari konflik ini, menunjukkan adanya lubang besar dalam proses pengambilan keputusan strategis di Gedung Putih.

Jika konfrontasi ini terus berlanjut tanpa strategi keluar yang jelas, janji kemakmuran ekonomi yang digembar-gemborkan bisa berubah menjadi krisis inflasi yang berkepanjangan bagi warga dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Landa Banyak Negara, Prabowo: Rakyat Harus Tenang, Kita Masih Punya Kekuatan dan Kemampuan

Krisis Landa Banyak Negara, Prabowo: Rakyat Harus Tenang, Kita Masih Punya Kekuatan dan Kemampuan

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:47 WIB

Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia

Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia

Bola | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:20 WIB

Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget

Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:02 WIB

Mengenal 'Pasukan Siluman' Unit NOPO, Sang Penjaga Nyawa Mojtaba Khamenei

Mengenal 'Pasukan Siluman' Unit NOPO, Sang Penjaga Nyawa Mojtaba Khamenei

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:44 WIB

Rp320 Juta vs Rp3 M! Drone Iran Bikin Pusing AS, Robot Anjing Polri Buat Netizen Geleng-geleng

Rp320 Juta vs Rp3 M! Drone Iran Bikin Pusing AS, Robot Anjing Polri Buat Netizen Geleng-geleng

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:44 WIB

Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam

Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:27 WIB

BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat

BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:13 WIB

Bikin Gempar vs Gentar: Adu Fitur Drone Iran Rp300 Juta Lawan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar

Bikin Gempar vs Gentar: Adu Fitur Drone Iran Rp300 Juta Lawan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

×