- KPK membawa Bupati Cilacap, Sekda, dan pejabat Pemkab ke Jakarta pasca operasi tangkap tangan di Cilacap.
- Sebanyak 13 dari 27 orang yang diamankan dalam OTT tersebut telah tiba di Gedung KPK Merah Putih Jakarta.
- OTT Cilacap ini merupakan OTT kesembilan KPK sepanjang tahun 2026, menambah rangkaian kasus korupsi sebelumnya.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membawa sejumlah pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Cilacap, Jawa Tengah ke Jakarta.
Bukan hanya Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, KPK juga membawa Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono dan sejumlah pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Cilacap lainnya.
“Dari 27 orang yang diamankan di lokasi, 13 orang diantaranya dibawa ke Jakarta. Tiba di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 02.35 WIB,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
“Para pihak yang dibawa tersebut yaitu Bupati, Sekda, dan para struktural pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap,” tambah dia.
Budi juga menyebut bahwa hingga saat ini, para pihak yang dibawa ke Jakarta masih menjalankan pemeriksaan secara intensif.
Dengan adanya operasi ini, KPK setidaknya telah melakukan sembilan OTT pada 2026. Adapun operasi pertama pada 2026 ialah kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemeriksaan pajak pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.
Kemudian, KPK juga melakukan OTT kasus dugaan pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta gratifikasi yang menjerat Wali Kota Madiun Maidi.
Ketiga, KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo dalam kasus dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa.
Lebih lanjut, KPK melakukan dua OTT pada waktu yang sama yaitu kasus dugaan korupsi terkait restitusi pajak di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Baca Juga: Profil Bupati Cilacap Syamsu Auliya Rachman yang Terjaring OTT KPK, Harta Tembus Rp11 Miliar
Selanjutnya, KPK melakukan OTT terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil PN Depok Bambang Setyawan dalam kasus dugaan suap pada pengurusan sengketa lahan.
Ketujuh, KPK melakukan operasi senyap dengan menjaring Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan jasa outsourcingdan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan Tahun Anggaran 2023-2026.
Terbaru, KPK juga menangkap Bupati Kabupaten Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobar (MFT) dalam OTT kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.