Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 15 Maret 2026 | 10:18 WIB
Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China
Selat Hormuz
baca 10 detik
  • Iran berencana mewajibkan penggunaan Yuan China untuk kapal tanker yang melewati Selat Hormuz.

  • Harga minyak dunia melonjak drastis hingga US$100 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah.

  • Stok rudal pencegat Israel dilaporkan menipis kritis di tengah gempuran misil klaster Iran.

Suara.com - Situasi keamanan di jalur perairan paling strategis dunia kini memasuki babak baru yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi. Pemerintah Iran dikabarkan tengah menimbang kebijakan khusus terkait lalu lintas kapal tanker di kawasan Selat Hormuz.

Terdapat indikasi kuat bahwa Iran hanya akan memberikan izin melintas bagi kapal pengangkut minyak dengan syarat tertentu.

Syarat utama yang mencuat adalah keharusan menggunakan mata uang China, Yuan dalam setiap transaksi komoditas tersebut.

Kabar mengenai kebijakan restriktif ini pertama kali diembuskan oleh seorang pejabat Iran yang identitasnya dirahasiakan.

Hingga saat ini, pihak media internasional masih terus berupaya melakukan verifikasi mendalam atas informasi sensitif ini.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari skema besar Teheran dalam mengendalikan arus logistik energi di tengah konflik.

Sebagaimana diketahui, mayoritas transaksi minyak mentah di pasar global secara tradisional masih sangat bergantung pada dolar AS.

Namun, sanksi ekonomi telah mendorong negara seperti Rusia untuk mulai beralih menggunakan mata uang Rubel maupun Yuan.

Penutupan akses Selat Hormuz oleh militer Iran menjadi faktor utama yang memicu guncangan hebat pada harga energi dunia.

baca juga

Ketegangan di wilayah Teluk secara otomatis membuat grafik harga minyak mentah dunia bergerak sangat fluktuatif dan sulit diprediksi.

Pada awal pekan lalu, harga minyak jenis Brent sempat meroket hingga menembus angka 119,50 dolar AS untuk setiap barelnya.

Nilai tersebut tercatat sebagai rekor tertinggi yang pernah dicapai sejak periode pertengahan tahun 2022 yang lalu.

Harga sempat mengalami koreksi sesaat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengenai potensi berakhirnya konflik bersenjata tersebut.

Akan tetapi, pagi ini kontrak minyak Brent kembali melambung sebesar 9,28 persen hingga menyentuh level 100,52 dolar AS per barel.

Kenaikan harga ini dipicu oleh intensitas serangan Iran terhadap berbagai fasilitas energi dan jalur transportasi di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Bantah Isu Kematian Netanyahu, Akun Anaknya Mendadak 'Hilang' Misterius

Israel Bantah Isu Kematian Netanyahu, Akun Anaknya Mendadak 'Hilang' Misterius

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:03 WIB

Iran Ungkap Dapat Dukungan Militer Rusia dan China untuk Hadapi Israel-AS

Iran Ungkap Dapat Dukungan Militer Rusia dan China untuk Hadapi Israel-AS

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 08:10 WIB

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi Hingga 5 Pesawat Tanker BBM Rusak Parah Sekali

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi Hingga 5 Pesawat Tanker BBM Rusak Parah Sekali

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 06:28 WIB

Terkini

Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding

Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:28 WIB

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:27 WIB

2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi

2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi

Sumut | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:26 WIB

Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara

Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:25 WIB

4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim

4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:25 WIB

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat

Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat

Bogor | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Diupah 50.000 Ringgit, Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbangkan Pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta

Diupah 50.000 Ringgit, Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbangkan Pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:23 WIB

Cara Cek NIK Desil Berapa? Panduan Mudah Lewat Cek Bansos Kemensos

Cara Cek NIK Desil Berapa? Panduan Mudah Lewat Cek Bansos Kemensos

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:23 WIB

×