Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 15 Maret 2026 | 11:43 WIB
Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • IRGC menetapkan perusahaan Amerika Serikat sebagai target militer sah di wilayah Timur Tengah.

  • Sektor teknologi, energi, dan finansial diminta segera mengosongkan fasilitas industri demi keamanan sipil.

  • Eskalasi terjadi pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Suara.com - Iran berencana serang sumber ekonomi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ini membuat kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah kini memasuki fase yang sangat kritis dan sangat mengkhawatirkan.

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC telah merilis pernyataan yang sangat tegas kepada pemerintah Amerika Serikat.

Teheran menuntut agar Washington segera mengosongkan seluruh fasilitas industri mereka yang tersebar di wilayah Timur Tengah.

Langkah ini diambil karena Iran secara resmi memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar target militer.

Status target militer yang sah kini melekat pada aset-aset ekonomi Amerika Serikat di seluruh kawasan tersebut.

IRGC mendesak warga sipil untuk menjauh dari lokasi.

Instruksi evakuasi ini ditujukan bagi penduduk yang tinggal di area sekitar fasilitas industri milik Amerika.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil saat serangan balasan dilakukan nanti.

Teheran menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tersebut kini menjadi bagian dari medan perang melawan pihak AS-Israel.

baca juga

Ancaman ini merupakan respons langsung terhadap eskalasi militer yang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Melansir informasi dari Anadolu, daftar panjang target tersebut mencakup sektor energi, finansial, hingga teknologi digital.

Beberapa lokasi yang disebut secara spesifik berada di kota Amman, Abu Dhabi, serta wilayah Dubai.

Nama-nama besar seperti Lockheed Martin dan Boeing masuk dalam jajaran sektor teknologi dan juga pertahanan.

Raksasa teknologi dunia seperti Microsoft, Oracle, hingga Amazon Web Services turut menjadi incaran utama militer.

Bahkan perusahaan keamanan digital seperti NSO Group juga masuk dalam daftar hitam yang dirilis Teheran.

Tidak hanya teknologi, sektor vital seperti energi yang dikelola ExxonMobil dan Trafigura juga sangat terancam.

Dunia perbankan dan konsultan global seperti Citigroup dan KKR pun tidak luput dari peringatan keras.

Nama besar seperti Boston Consulting Group dan Bain & Company juga tercatat sebagai entitas yang diincar.

Ancaman yang dilontarkan oleh pihak Iran ini ditegaskan bukan merupakan sebuah gertakan politik belaka.

Kenyataannya, kerusakan fisik akibat serangan nyata sudah mulai dirasakan oleh beberapa perusahaan raksasa Amerika tersebut.

Pada tanggal 2 Maret yang lalu, manajemen Amazon telah mengonfirmasi adanya kerusakan pada infrastruktur mereka.

Dua pusat data di Uni Emirat Arab dan satu fasilitas di Bahrain hancur akibat drone.

Serangan pesawat tanpa awak tersebut membuktikan bahwa kapabilitas militer Iran mampu menjangkau target-target strategis.

Situasi ini memicu kepanikan luar biasa bagi para pelaku usaha internasional yang beroperasi di wilayah tersebut.

Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa ini hanyalah awal dari gelombang serangan yang jauh lebih masif.

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah serangan gabungan terjadi pada 28 Februari lalu.

Aksi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran memicu kemarahan besar.

Tragedi tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 1.300 orang dalam waktu yang sangat singkat sekali.

Kehilangan yang paling memukul pihak Teheran adalah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenei.

Kematian pemimpin tertinggi ini menjadi katalisator utama bagi IRGC untuk melakukan aksi balasan yang mematikan.

Sebagai bentuk pembalasan, militer Iran segera meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel dan Yordania.

Operasi militer ini kemudian meluas dengan menargetkan negara-negara di kawasan Teluk dan juga wilayah Irak.

Negara-negara yang dianggap menampung aset militer milik Amerika Serikat kini berada dalam posisi yang berbahaya.

Aksi saling balas ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan bangunan fisik dan juga hilangnya nyawa manusia.

Dampaknya terasa hingga ke pasar global yang kini mengalami kelumpuhan akibat ketidakpastian situasi keamanan tersebut.

Sektor penerbangan internasional juga terkena imbas langsung dengan penutupan banyak rute udara secara masif sekali.

Banyak maskapai terpaksa membatalkan jadwal penerbangan demi menghindari zona konflik yang dipenuhi rudal dan drone.

Dunia kini menantikan langkah diplomasi untuk mencegah kehancuran ekonomi yang jauh lebih dalam di masa depan.

Namun, hingga saat ini, retorika perang dari kedua belah pihak masih terus terdengar sangat kencang.

Stabilitas di Timur Tengah tampaknya masih jauh dari kata damai selama aset Amerika tetap ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi! Rudal Kiamat Iran Bikin Israel Hancur Lebur di Kota Ramla

Lagi! Rudal Kiamat Iran Bikin Israel Hancur Lebur di Kota Ramla

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:32 WIB

Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump

Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:43 WIB

Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19

Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×