Berkat Sekolah Rakyat, Anak dan Keluarga Ini Tak Lagi Makan Nasi Berlauk Garam

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:55 WIB
Berkat Sekolah Rakyat, Anak dan Keluarga Ini Tak Lagi Makan Nasi Berlauk Garam
Megawati (43), ibu dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru yang bernama Kholemy Almu Dhatser (15). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Terik mentari di siang hari itu menjadi saksi bisu kisah sebuah keluarga yang tengah melangitkan harapan pada buah hatinya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Di rumah ketiga dari jembatan kecil di pinggir Sungai Barito Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tersimpan senarai mimpi yang dulu layu kini tumbuh kembali sejak hadirnya Program Sekolah Rakyat (SR).

"Setelah menerima bantuan ini (bantuan kewirausahaan orang tua SR), serasa hidup kembali, ibarat pohon yang telah lama layu disiram jadi mekar kembali," ucap Megawati saat menerima bantuan kewirausahaan warung kelontong dan ternak ayam dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Senin (09/03/2026).

Megawati (43) merupakan ibu dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru yang bernama Kholemy Almu Dhatser (15). Sedangkan sang ayah bernama Abdullah (50). Kedua sosok inilah yang memiliki peran besar dalam mendorong Kholemy untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Selalu berdoa ke Allah, saya rela berkorban apa saja asal anak nasibnya tidak seperti saya," lirih Megawati seraya menyeka air mata yang jatuh, bentuk ketegarannya selama ini.

Di rumah sederhana bercat hijau itu, Megawati, Abdullah, dan 9 anaknya tinggal bersama. Tak sedikit kisah pilu yang selama ini dilalui oleh Megawati dan keluarganya. Salah satunya kisah di bulan Ramadan tahun ini.

Mungkin bagi sebagian besar orang, menahan lapar di Bulan Ramadan merupakan suatu pelajaran tentang kesabaran dalam beribadah. Namun bagi Megawati, menahan lapar bukanlah sebuah pelajaran belaka, melainkan keseharian yang tak bisa Ia hindari.

"Ketika sahur kemarin, kami sekeluarga hanya makan nasi ditemani dengan lauk garam. Anak-anak tetap berpuasa meskipun siangnya anak kecil kami yang kembar sudah tidak kuat lagi dan terpaksa berbuka dengan hanya minum air putih karena tidak ada makanan di rumah," ucap Megawati sambil terisak menahan tangis.

Penghasilan Abdullah sebagai kepala keluarga sebesar Rp80 ribu per hari tak cukup untuk menafkahi sepuluh orang yang menjadi tanggungannya di rumah. Pekerjaannya sebagai pencari ikan di pematang sawah memang sangat mengandalkan musim dan kondisi alam. Uang yang diperoleh dari menjual hasil tangkapan ikan digunakan Abdulloh untuk membeli beras. Sebagian hasil tangkapan ikan yang tersisa dijadikan lauk makan di rumah yang dibagi untuk 11 orang.

"Beras seliter dibagi 11 orang, tapi tidak ada lauknya hanya ada garam. Saya bilang ke anak, sabar ya tunggu ayah pulang dari merengge (mencari ikan)," ujar Megawati.

baca juga

Megawati berusaha membantu perekonomian keluarga dengan menjadi buruh harian lepas sebagai pembersih lahan sawah milik orang dengan upah Rp50 ribu sehari. Itu pun tidak setiap saat karena mengikuti musim tanam dan musim panen.

Megawati juga mengatakan pernah selama 3 hari listrik mati di rumahnya. Bukan karena ada pemadaman serentak atau gangguan kelistrikan, tetapi karena tidak ada uang untuk membeli listrik.

"Pernah 3 hari kami di sini gelap (listrik mati) karena tidak bisa membeli pulsa listrik," ujarnya.

Megawati melanjutkan, dirinya juga terpaksa harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer hanya untuk membeli barang persediaan dagangan di agen terdekat. Hal itu dilakukannya karena tidak memiliki motor, bahkan tidak ada sepeda yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

"Saat saya jalan kaki membawa stok dagangan, ada orang yang bilang 'ga capek kah membawa' dan saya pun bilang mau kaya gimana lagi ga ada motornya," sambungnya.

Kini, Megawati memiliki harapan baru. Kementerian Sosial melalui salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) yaitu Sentra Budi Luhur Banjarbaru menyerahkan bantuan usaha kelontong untuk mendukung kemandirian usaha. Toko kelontong sederhana itu membantu Megawati dalam menjaga dapurnya agar tetap menyala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos Jajaki Kerja Sama Kirim Lulusan Sekolah Rakyat Bekerja di  Jepang

Kemensos Jajaki Kerja Sama Kirim Lulusan Sekolah Rakyat Bekerja di Jepang

News | Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 Pakai HP, Sudah Cair Belum?

Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 Pakai HP, Sudah Cair Belum?

Lifestyle | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59 WIB

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:17 WIB

Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!

Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:12 WIB

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:19 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×