Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

Bangun Santoso

Senin, 16 Maret 2026 | 13:37 WIB
Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei
Ilustrasi bendera Iran. [AFP]
baca 10 detik
  • Kepala keamanan Iran mengumumkan penangkapan 500 individu yang diduga mata-mata untuk kepentingan asing pada Minggu (15/3).
  • Sebanyak 250 tahanan memberikan informasi serangan yang terjadi menyusul eskalasi militer akhir Februari.
  • Operasi kontra-intelijen besar ini bertujuan memutus rantai informasi yang mengalir ke musuh dan media anti-Iran.

Suara.com - Otoritas keamanan tertinggi Iran mengumumkan keberhasilan operasi intelijen besar-besaran di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Kepala keamanan Iran, Ahmad Reza Radan, memberikan pernyataan resmi pada Minggu (15/3) mengenai penangkapan ratusan individu yang dituduh melakukan aktivitas spionase untuk kepentingan asing.

Operasi ini dilakukan menyusul serangkaian peristiwa militer yang mengguncang stabilitas nasional Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Ahmad Reza Radan mengonfirmasi bahwa Iran telah menahan "500 mata-mata" yang bekerja untuk "musuh" dan "media anti-Iran," termasuk mereka yang memberikan data untuk serangan terhadap Iran.

Penangkapan ini menjadi salah satu operasi kontra-intelijen terbesar yang pernah diumumkan oleh Teheran.

Penangkapan ini adalah bagian dari operasi memutus rantai informasi yang mengalir dari dalam negeri menuju pihak-pihak luar yang dianggap sebagai ancaman kedaulatan.

Dalam keterangannya kepada media, Radan merinci klasifikasi dari para tahanan tersebut.
"Iran telah menahan 500 mata-mata, yang mengirimkan informasi kepada musuh dan media anti-Iran," kata Radan seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Pernyataan ini menegaskan bahwa jaringan mata-mata tersebut tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga menggunakan saluran media sebagai alat untuk menyebarkan informasi atau melakukan propaganda yang merugikan posisi Iran di mata internasional.

Pihak keamanan Iran juga menyoroti peran spesifik dari sebagian tahanan yang dianggap memiliki dampak paling merusak.

baca juga

Ahmad Reza Radan menambahkan bahwa 250 dari mereka yang ditahan memberikan informasi tentang serangan, dan "memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok tertentu, serta berupaya mengganggu ketertiban umum."

Kelompok-kelompok ini diduga memiliki afiliasi langsung dengan badan intelijen asing yang merancang skenario destabilisasi di berbagai wilayah strategis Iran.

Konteks penangkapan besar-besaran ini berkaitan erat dengan peristiwa militer yang terjadi pada akhir Februari.

Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

Serangan balasan tersebut menandai eskalasi terbuka setelah Iran merasa kedaulatannya dilanggar secara fatal oleh operasi militer asing yang masuk ke wilayah mereka.

Dampak dari operasi militer gabungan pada 28 Februari tersebut dilaporkan sangat masif dan menyasar jantung kepemimpinan negara.

Hari pertama aksi militer itu mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur, sebuah peristiwa yang mengubah peta politik dan keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah secara drastis.

Kehilangan figur sentral ini memicu kemarahan publik dan respons militer yang cepat dari korps keamanan Iran.

Selain menyasar target kepemimpinan, serangan udara yang diluncurkan oleh pasukan asing juga mengenai fasilitas sipil.

Sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga porak-poranda setelah dibombardir pasukan AS dalam rangkaian operasi yang sama.

Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur non-militer yang harus dihadapi oleh warga sipil di wilayah selatan.

Skala kerugian manusia akibat konflik ini mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 orang akibat rangkaian serangan yang dimulai sejak akhir Februari tersebut.

Angka kematian yang tinggi ini mencakup personel militer dan warga sipil yang terjebak dalam zona pertempuran atau menjadi korban bombardir di area pemukiman.

Penangkapan 500 mata-mata ini dipandang sebagai langkah krusial bagi Teheran untuk mencegah kebocoran data lebih lanjut di masa depan.

Dengan tertangkapnya 250 orang yang secara spesifik memberikan data koordinat serangan, pemerintah Iran berupaya menutup celah keamanan yang selama ini dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melakukan serangan presisi terhadap target-target penting di dalam negeri.

Situasi di lapangan saat ini masih menunjukkan kewaspadaan tinggi dari aparat keamanan Iran. Ahmad Reza Radan menegaskan bahwa operasi pembersihan terhadap elemen-elemen yang dianggap sebagai pengkhianat negara akan terus dilakukan.

Fokus penyelidikan kini diarahkan pada bagaimana jaringan mata-mata ini bisa menembus lapisan keamanan negara dan sejauh mana keterlibatan "media anti-Iran" dalam memfasilitasi komunikasi para agen spionase tersebut dengan pusat komando musuh di luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:50 WIB

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:45 WIB

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:24 WIB

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 12:17 WIB

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

News | Senin, 16 Maret 2026 | 10:44 WIB

Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran

Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×