Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Tak Boleh Beli AC dan Mobil

Bernadette Sariyem | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 16:46 WIB
Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Tak Boleh Beli AC dan Mobil
Presiden RI Prabowo Subianto. [Antara]
  • Presiden Prabowo mengkaji pemotongan gaji menteri dan DPR sebagai respons isu konflik Timur Tengah dan stabilitas ekonomi.
  • Indonesia belajar dari Pakistan yang menerapkan penghematan ekstrem seperti WFH dan pemotongan hari kerja pemerintah.
  • Penghematan juga meliputi pemangkasan konsumsi BBM kementerian dan penghentian belanja fasilitas non-mendesak pemerintah.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui tengah mengkaji wacana pemotongan gaji menteri-menteri kabinetnya, serta anggota DPR RI.

Melalui kajian itu, Prabowo mengirimkan pesan kuat kepada seluruh jajaran kabinetnya untuk segera bersiap menghadapi dampak buruk dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas.

Dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara Jakarta pada Jumat (13/3) pekan lalu, Presiden menegaskan Indonesia tidak boleh lengah dan harus mengambil langkah proaktif guna melindungi stabilitas ekonomi nasional, terutama terkait konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Kekhawatiran global terhadap gangguan pasokan energi dan lonjakan harga komoditas menjadi alasan utama di balik instruksi ini.

Prabowo menyoroti bahwa sejumlah negara sudah mulai melakukan "ikat pinggang" secara drastis untuk menghindari krisis ekonomi yang lebih dalam.

Belajar dari Langkah Drastis Pakistan

Dalam arahannya, Presiden Prabowo secara spesifik memberikan contoh kebijakan ekstrem yang diambil oleh pemerintah Pakistan.

Negara tersebut dinilai sangat responsif dalam menyikapi situasi kritis di Timur Tengah dengan menerapkan kebijakan yang sebelumnya hanya terlihat saat masa pandemi Covid-19.

Pakistan memperlakukan ancaman ekonomi saat ini sebagai critical measures yang membutuhkan pengorbanan dari seluruh elemen, termasuk jajaran pemerintahan tertinggi.

"Kita juga harus ambil langkah proaktif. Artinya soal menghemat konsumsi BBM. Kita tak bisa anggap semua aman. ya kita bersyukur aman, tapi kita tidak ada upaya kurangi konsumsi BBM," kata Prabowo di hadapan para menteri, dikutip hari Senin (16/3/2026).

Presiden membeberkan, Pakistan telah menerapkan kebijakan 50 persen work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi seluruh kantor pemerintah maupun swasta.

Tidak hanya itu, hari kerja pun dipotong menjadi hanya empat hari dalam seminggu.

Langkah ini secara instan mampu menekan mobilisasi massa dan penggunaan energi di perkantoran secara signifikan.

Pangkas Gaji Anggota DPR dan Kabinet

Hal yang paling mencolok dari model penghematan Pakistan yang disorot Prabowo adalah soal transparansi dan keadilan anggaran.

Sebagai bentuk solidaritas di tengah situasi krisis, Pakistan memangkas gaji anggota DPR sebesar 25 persen, bahkan anggota kabinetnya dilaporkan tidak menerima gaji sama sekali untuk sementara waktu.

Dana yang terkumpul dari penghematan gaji para pejabat tinggi tersebut dialihkan untuk memberikan jaring pengaman bagi masyarakat yang paling terdampak.

"Gaji kabinet dan DPR bahkan dipotong oleh mereka (Pakistan). Ini semua untuk penghematan, lalu dikumpulkan, lantas diberikan kepada kelompok paling rentan," kata Prabowo.

Prabowo mengisyaratkan bahwa semangat pengabdian dan pengorbanan seperti inilah yang harus dikaji oleh jajarannya di Indonesia.

Ia menginginkan adanya rasa kepedulian yang sama dari para pemegang kebijakan sebelum meminta rakyat untuk melakukan penghematan.

Pangkas Fasilitas Mewah dan Konsumsi BBM Kementerian

Selain urusan gaji, instruksi penghematan ini menyasar pada operasional teknis lembaga negara.

Pakistan, menurut Prabowo, telah memangkas hingga 50 persen penggunaan BBM untuk semua kementerian dan lembaga.

Sebanyak 60 persen kendaraan dinas pemerintah juga diwajibkan untuk dikandangkan dan tidak boleh digunakan setiap saat.

Presiden juga menyoroti kebijakan penghentian belanja barang-barang yang dianggap belum mendesak.

"Belanja AC, kendaraan, meubel semua lembaga pemerintahan disetop untuk waktu yang tak ditentukan."

Langkah-langkah preventif ini bertujuan agar likuiditas negara tetap terjaga dan tidak habis hanya untuk keperluan konsumtif birokrasi.

Bidang pendidikan dan agenda diplomatik pun tidak luput dari pengetatan. Pakistan telah menghentikan semua agenda kunjungan ke luar negeri, mengurangi anggaran pesta atau seremoni, hingga memberlakukan pembelajaran daring (online) untuk jenjang pendidikan tinggi guna menekan biaya operasional harian.

Menuju Target Tanpa Defisit

Prabowo Subianto meminta para menterinya segera mengkaji opsi-opsi penghematan tersebut untuk diimplementasikan di Indonesia sesuai kebutuhan.

Ia optimistis bahwa jika langkah efisiensi ini dilakukan sejak dini, posisi ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan sangat kuat dan tahan banting terhadap gejolak eksternal apa pun.

Target besar yang diusung oleh Presiden bukan hanya sekadar bertahan, melainkan untuk menjaga agar defisit anggaran tidak membengkak di tengah situasi global yang tidak pasti.

"Ini cuma contoh ya, contoh. Maksud saya, beberapa hari saya kaji masalah ini. Saya kira harus ada juga upaya penghematan," kata Prabowo.

Lebih lanjut, ia memproyeksikan cita-cita fiskal jangka panjang yang lebih ambisius.

"Saya percaya dua tahun atau tiga tahun lagi kita tetap kuat, tapi harus hemat konsumsi. Jadi defisit tidak bertambah. Cita-cita kita bahkan tidak punya defisit," tegas Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah

Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:10 WIB

Sinyal Gaji Pejabat dan DPR Bakal Dipotong, Prabowo Siapkan Strategi Hadapi Krisis Global

Sinyal Gaji Pejabat dan DPR Bakal Dipotong, Prabowo Siapkan Strategi Hadapi Krisis Global

News | Senin, 16 Maret 2026 | 15:40 WIB

Video Alumni 'Protes' ke Prabowo Gara-Gara Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus Viral di Medsos

Video Alumni 'Protes' ke Prabowo Gara-Gara Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus Viral di Medsos

Entertainment | Senin, 16 Maret 2026 | 15:01 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Keadaan Darurat

Prabowo Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Keadaan Darurat

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:06 WIB

Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput

Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:04 WIB

Raffi Ahmad Pamer Hampers Lebaran dari Prabowo, Isinya Unik dan Tak Biasa

Raffi Ahmad Pamer Hampers Lebaran dari Prabowo, Isinya Unik dan Tak Biasa

Entertainment | Senin, 16 Maret 2026 | 12:56 WIB

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer Mana Pun

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer Mana Pun

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:07 WIB

Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga

Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB