Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

Erick Tanjung | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:19 WIB
Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota. [Suara.com/Adiyoga]
  • Pramono Anung pastikan tidak ada Operasi Yustisi bagi pendatang baru Jakarta.
  • Jakarta terbuka untuk pendatang baru dengan kualifikasi dan keahlian mumpuni.
  • Gubernur DKI imbau perantau siap kerja keras hadapi tantangan hidup Jakarta.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan pernyataan resmi mengenai fenomena pendatang baru yang masuk ke ibu kota.

Dalam agenda di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026), Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk meniadakan Operasi Yustisi.

“Kami sudah memutuskan, tidak akan ada lagi Operasi Yustisi,” ujar Pramono.

Keputusan tersebut menandai arah kebijakan baru dalam menyambut arus masuk warga dari berbagai daerah.

Pramono menekankan bahwa Jakarta adalah kota inklusif yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mengadu nasib atau sekadar kembali menetap.

Kendati demikian, Pramono memberikan catatan khusus bagi para perantau yang berniat menetap di Jakarta.

Ia berharap pendatang baru telah membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah maupun dunia usaha di Jakarta.

“Harapannya, mereka yang datang ke Jakarta memiliki kompetensi yang dibutuhkan saat ini, baik oleh pemerintah maupun sektor industri di ibu kota,” tambahnya.

Pramono juga memaparkan realitas kerasnya kehidupan di Jakarta yang tidak selalu sejalan dengan ekspektasi banyak orang.

Menurutnya, setiap individu wajib memiliki keahlian mumpuni agar mampu bertahan dan bersaing di tengah dinamika ekonomi yang kompetitif.

“Pendatang baru harus siap bekerja keras,” tegasnya.

Meski memberikan peringatan mengenai tantangan hidup di Jakarta, Pramono kembali menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan mengambil tindakan represif di sektor kependudukan pada masa arus balik nanti.

Jakarta kini lebih mengedepankan kesadaran diri para pendatang untuk mandiri dan memiliki keahlian khusus, ketimbang melakukan razia identitas secara masif.

“Jakarta terbuka bagi siapa saja,” pungkas Pramono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen

Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:11 WIB

Penumpang KA dari Jakarta Tembus 50 Ribu Orang per Hari, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret

Penumpang KA dari Jakarta Tembus 50 Ribu Orang per Hari, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:51 WIB

Pramono Patok Target 633 Rumah Warga Jakarta Direnovasi Sepanjang 2026, Sumber Dananya dari Sini

Pramono Patok Target 633 Rumah Warga Jakarta Direnovasi Sepanjang 2026, Sumber Dananya dari Sini

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:47 WIB

Terkini

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:20 WIB

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:19 WIB

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:47 WIB

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:07 WIB

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:49 WIB

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:32 WIB

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah

Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day

Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:43 WIB