- Presiden Donald Trump menuduh sekutu Barat tidak tahu terima kasih karena menolak membantu mengamankan Selat Hormuz.
- Penolakan ini terjadi sebab Iran efektif menutup jalur pelayaran vital yang berdampak pada lonjakan harga energi global.
- Negara seperti Jerman menolak karena tidak adanya mandat resmi PBB, Uni Eropa, atau NATO untuk operasi tersebut.
Suara.com - Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Permintaan Amankan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meluapkan kekecewaannya dan secara terbuka menuduh beberapa sekutu Barat tidak tahu berterima kasih.
Kemarahan ini dipicu oleh penolakan sejumlah negara terhadap permintaannya untuk mengirim kapal perang guna mengamankan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang telah memasuki minggu ketiga, jalur pelayaran vital Selat Hormuz, tempat 20 persen pasokan minyak dunia melintas secara efektif masih ditutup oleh Iran.
Hal ini menyebabkan lonjakan harga energi global dan kekhawatiran akan inflasi. Namun, upaya AS untuk membentuk koalisi keamanan maritim menemui jalan buntu.
![Harga minyak dunia terus naik akibat krisis di Teluk. Amerika Serikat mendesak negara-negara sekutunya dan China untuk mengerahkan kapal perang untuk membuka Selat Hormuz. [Suara.com/Iqbal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/17/22596-selat-hormuz-harga-minyak-dunia.jpg)
Sejumlah mitra penting seperti Jerman, Spanyol, dan Italia menyatakan tidak memiliki rencana untuk segera mengirimkan armada mereka.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz memberikan alasan yang menohok atas penolakan negaranya.
"Kami tidak memiliki mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, atau NATO yang dipersyaratkan berdasarkan Undang-Undang Dasar," kata Merz di Berlin dikutip dari RTE.
Ia menambahkan bahwa Washington dan Israel sama sekali tidak berkonsultasi dengan Jerman sebelum memulai perang.
Penolakan inilah yang memicu respons keras dari Trump. Dalam sebuah acara di Gedung Putih, ia tak segan menyindir sekutu-sekutu lama yang dianggapnya enggan membantu meski telah lama dilindungi oleh AS.
"Sebagian sangat antusias tentang hal itu, dan sebagian lainnya tidak," katanya, tanpa memberikan rincian spesifik.
"Beberapa di antaranya adalah negara-negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun. Kami telah melindungi mereka dari sumber luar yang mengerikan dan mereka tidak begitu antusias. Dan tingkat antusiasme itu penting bagi saya," pungkasnya.