- Militer Israel mengklaim telah menewaskan pemimpin keamanan Iran, Ali Larijani, dalam serangan bom di Teheran pada Senin malam, 16 Maret 2026.
- Menteri Pertahanan Israel mengonfirmasi kematian Larijani pada Selasa, 17 Maret, meski media Iran melaporkan ia selamat dari serangan tersebut.
- Ali Larijani terakhir terlihat publik pada Jumat pekan lalu saat pawai Hari al-Quds di Teheran.
Suara.com - Militer Israel mengeklaim telah menewaskan Ali Larijani, pemimpin keamanan Iran dalam pengeboman di Teheran pada Senin malam (16/3/2026). Meski demikian pihak Iran belum memberikan keterangan.
Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel pada Selasa (17/3/2026) mengatakan Ali Larijani yang selama ini lebih sering tampil di hadapan publik telah tewas.
Tetapi beberapa media Iran, seperti dilansir dari The Guardian dan Reuters, melaporkan bahwa Larijani lolos dari serangan Israel dan akan segera merilis pesan tertulis.
Adapun pesan berisi tulisan tangan Larijani, yang juga diunggah di media sosial oleh media-media Iran, berisi penghormatan Larijani terhadap para pelaut Iran yang gugur dalam serangan kapal selam AS di dekat Sri Lanka pada pekan lalu.
Pesan itu ditulis Larijani dan dirilis hari ini, bertepatan dengan pemakaman para pelut yang jenazahnya telah diserahkan oleh pemerintah Sri Lanka.
Kapan Larijani muncul di hadapan publik?
Ali Larijani muncul terakhir kali di hadapan publik pada Jumat pekan lalu dalam pawai Hari al-Quds - perayaan yang digagas Iran untuk mengenang Kota Yerusalem dan dirayakan di setiap Jumat terakhir Ramadan.
Dalam acara tersebut, Ali Larijani bersama para pejabat senior Iran berpawai di tengah kota Teheran. Pada saat bersamaan, Amerika dan Israel juga melancarkan serangan bom di Iran.
"Serangan-serangan ini dilancarkan karena mereka takut dan putus asa. Mereka yang kuat tidak akan mengebom demonstran. Jelas mereka sudah kalah," kata Larijani kepada stasiun tv Iran ketika itu.
Ia juga mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak mengenal rakyat Iran yang menurut dia adalah bangsa pemberani dan teguh.
"Semakin besar tekanan, semakin kuat tekad bangsa ini," kata Larijani.