- Pejabat Zambia mengungkap dugaan pelecehan seksual sebagai syarat pencalonan politik menjelang Pemilu 13 Agustus mendatang.
- Kepala Divisi Gender mengimbau calon politisi perempuan merekam dan melaporkan permintaan layanan seksual tersebut sebagai praktik tidak etis.
- Aktivis menyebut praktik pemerasan seksual ini sebagai *sextortion* yang menghambat partisipasi perempuan dalam politik Zambia.
Namun, jumlah perempuan dalam jabatan strategis negara masih jauh dari seimbang.
Kontributor: M.Faqih