- Pemprov DKI mengadakan Car Free Night di Jalan MH Thamrin-Sudirman saat malam takbiran mulai pukul 20.00 WIB.
- Acara bertema "Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain" ini menampilkan Rampak Bedug, pawai obor, dan pertunjukan modern.
- Penyelenggaraan ini bertujuan mempererat ukhuwah warga, didukung rekayasa lalu lintas dengan Transjakarta tetap beroperasi.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta berencana menyulap kawasan Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman menjadi arena kegembiraan warga saat malam takbiran nanti.
Hajatan besar bertajuk Car Free Night ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB, dan waktu pelaksanaannya bergantung pada hasil sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 H.
Perhelatan ini digagas untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif sekaligus mempererat ukhuwah warga dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Dengan mengusung tema “Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain”, serangkaian acara spektakuler telah disiapkan untuk mengguncang kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan sekitarnya.
Warga akan dimanjakan dengan dentuman Rampak Bedug, Festival 1.000 Bedug, hingga kemegahan pawai obor yang diikuti oleh sedikitnya 5.000 peserta.
Sisi modernitas Jakarta tetap menonjol melalui suguhan dancing fountain, lighting show, laser show, hingga atraksi flying LED show yang memukau mata.
Nuansa religius juga akan terasa sangat kental melalui tausiyah oleh Ustadz Akri serta penampilan spesial dari penyanyi religi, Hadad Alwi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan untuk memberikan pengalaman baru bagi warga dalam menikmati malam takbiran.
“Saya sudah menyetujui untuk kegiatan malam itu. Kami akan mengadakan acara,” ujar Pramono, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Program ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga menjadi bagian dari inovasi “Mudik ke Jakarta” yang mengajak masyarakat merayakan Lebaran dengan suasana lebih terbuka.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pembatasan ketat bagi kendaraan pribadi di sejumlah ruas jalan.
Kebijakan ini diambil demi memastikan keamanan serta kenyamanan para pengunjung yang ingin tumpah ruah di lokasi kegiatan.
Meski akses kendaraan pribadi ditutup total, Pramono menjamin mobilitas masyarakat menuju lokasi acara tetap terjaga melalui moda transportasi publik.
“Transjakarta tetap beroperasi, sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menikmati acara,” jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta pun mengajak seluruh warga untuk meramaikan malam takbiran dengan tertib dan penuh kebersamaan.