- Militer Iran menyerang Yerusalem Barat, Haifa, dan pangkalan AS di UEA sebagai fase lanjutan Operasi Janji Sejati 4.
- IRGC mengonfirmasi serangan pada Jumat menggunakan rudal seperti Kheibar Shekan untuk merespons operasi gabungan AS-Israel.
- Operasi balasan ini menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan kehancuran sekolah di Iran.
Suara.com - Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi MiliterMiliter Iran kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target strategis di kawasan Timur Tengah, termasuk di Yerusalem Barat, Haifa, serta pangkalan udara militer Amerika Serikat di Al Dhafra, Uni Emirat Arab, pada Jumat.
Serangan tersebut dikonfirmasi oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai bagian dari fase ke-66 Operasi Janji Sejati 4.
"Selama fase ke-66 Operasi Janji Sejati 4, target di Yerusalem Barat, Haifa, dan pangkalan AS Al Dhafra di wilayah tersebut berhasil dihantam," kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Iran YJC.
IRGC menyebutkan bahwa serangan tersebut menggunakan berbagai jenis rudal, termasuk Kheibar Shekan, Zolfaghar, dan Qadr, serta didukung oleh drone atau pesawat nirawak.
Aksi militer ini merupakan bagian dari respons Iran terhadap operasi gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu.
Pada hari pertama operasi tersebut, Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei, gugur. Selain itu, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran juga dilaporkan hancur, dengan total korban tewas diperkirakan mencapai lebih dari 1.300 orang.
Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan itu sebagai langkah “pencegahan” terhadap ancaman dari program nuklir Iran. Namun, dalam perkembangannya, kedua negara tersebut mengindikasikan adanya tujuan lebih jauh, yakni mendorong perubahan kekuasaan di Iran.